Malaysia Catat Penurunan Kasus COVID-19 Di Hari Pertama Dibukanya Kembali Perbatasan
Dunia

Malaysia kini telah kembali membuka perjalanan antarnegara bagian. Meski demikian, pembukaan ini dibarengi dengan sejumlah kebijakan bagi para pelaku perjalanan.

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga kini masih terus membayangi negara-negara di dunia, termasuk Malaysia. Meski begitu, banyak juga negara yang angka kasus COVID-19 telah mengalami penurunan, dan kembali membuka perbatasan atau memberi pelonggaran penerapan kebijakan protokol kesehatan (prokes).

Pada Senin (11/10), Malaysia untuk pertama kalinya membuka perbatasan setelah sempat menutupnya sebagai langkah pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19). Di hari pertama pembukaan perbatasan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan 6.709 kasus baru COVID-19, sehingga jumlah kumulatif kasus menjadi 2.346.303 sejak pandemi dimulai.

Meski dilaporkan ada kasus baru, angka tersebut dilaporkan sebagai lanjutan tren penurunan COVID-19 di Malaysia. Hal itu juga menandai hari kesembilan berturut-turut di mana infeksi berada di bawah angka 10 ribu.

Dalam pembukaan kembali perbatasan ini tentunya pemerintah Malaysia menerapkan sejumlah kebijakan kepada para pelaku perjalanan. Adapun sejumlah kebijakan ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Malaysia, Datuk Seri Wee Ka Siong.


"Semua operator angkutan umum di sektor darat, udara, dan laut diwajibkan untuk memastikan penumpang mereka divaksinasi sepenuhnya seperti yang dipersyaratkan dalam prosedur operasi standar (SOP) untuk perjalanan antar negara," terang Wee Ka Siong dalam sebuah pernyataan dilansir dari malay mail. "Semua operator harus memastikan bahwa semua penumpang atau pengguna angkutan umum menunjukkan sertifikat vaksinasi mereka untuk membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi secara lengkap."

Adapun pencabutan pembatasan perjalanan antarnegara itu diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ismail Sabri Yaakob pada Minggu (10/10). Dengan dibukanya kembali perjalanan internasional ini, Wee meminta agar para operator diingatkan untuk tidak berpuas diri dan selalu mematuhi SOP yang telah ditetapkan oleh pemerintah di bawah Rencana Pemulihan Nasional (PPN).

"Kepatuhan SOP lainnya seperti memakai masker dan sering mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer juga harus dipatuhi tanpa kompromi," tegas Wee.

Selanjutnya, Wee mengatakan bahwa pengguna transportasi umum juga didorong untuk mengikuti tes skrining mandiri COVID-19 sebelum memulai perjalanan antarnegara bagian untuk melindungi diri mereka sendiri, keluara, dan orang-orang sekitar.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait