Diketahui, Australia telah menutup perbatasan internasionalnya sejak Maret 2020 untuk mengantisipasi pandemi COVID-19. Hanya warga negara dan penduduk tetap Australia saja yang diizinkan masuk.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 15 Oktober 2021 - 12:50 WIB
WowKeren - Sydney yang merupakan salah satu kota terbesar di Australia akan mengakhiri karantina COVID-19 untuk pendatang internasional yang telah divaksinasi penuh mulai 1 November 2021 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Premier New South Wales, Dominic Perrottet, pada Jumat (15/10).
"Kami ingin orang-orang kembali, kami memimpin bangsa keluar dari pandemi... kami membuka Sydney dan New South Wales kepada dunia," ujar Perrottet di Sydney. Pengumuman ini mengisyaratkan kembalinya perjalanan internasional setelah lebih dari 19 bulan.
Sebagai informasi, Australia telah menutup perbatasan internasionalnya sejak Maret 2020 untuk mengantisipasi pandemi COVID-19. Selama ini, hanya warga negara dan penduduk tetap Australia saja yang diizinkan masuk ke negara tersebut dengan kewajiban menjalani karantina hotel dua minggu menggunakan biaya sendiri.
Pemerintah federal Australia sendiri telah mengumumkan rencana pembukaan kembali perbatasan pada bulan Juli lalu. Dalam rencana tersebut, pemerintah federal mengusulkan penghapusan pembatasan bagi warga Australia yang kembali dan telah divaksinasi, serta pembukaan kembali perjalanan internasional secara bertahap.
Meski demikian, Kantor Perdana Menteri Australia Scott Morrison belum memberikan komentar atas rencana New South Wales menghapus karantina bagi pelancong internasional. Negara bagian tersebut diperkirakan akan mencapai 80 persen tingkat vaksinasi penuh pada populasi orang dewasa akhir pekan ini.
Langkah untuk membuka perbatasan ini diambil di tengah turunnya infeksi COVID-19 harian di New South Wales. Pada Jumat hari ini, New South Wales mencatat 399 kasus positif baru. Angka tersebut lebih rendah dibanding 406 kasus pada Kamis (14/10) kemarin, dan sudah jauh menurun dibanding rekor 1.599 kasus COVID-19 harian pada awal September 2021 lalu.
Sydney sendiri telah kembali "beroperasi normal" per Senin (11/10) usai menerapkan lockdown selama 100 hari. Mulai dari kafe, pusat kebugaran, restoran, semua sudah kembali dibuka khusus untuk menerima pelanggan yang sudah divaksin.
Kebahagiaan jelas tak lepas dari masyarakat Sydney yang sudah 4 bulan "terkunci" akibat virus Corona varian Delta. "Saya rasa semua orang bahagia setelah melalui 100 hari (lockdown)," ujar Perrottet kepada Seven News.
(wk/Bert)