Korsel Kembali Laporkan Korut Yang Telah Menembakkan Uji Coba Rudal Balistik Ke Laut
Dunia

Sudah kesekian kalinya, Korsel melaporkan bahwa Korut menembakkan uji coba rudal balistiknya. Seperti tidak ada bosan dan takut, Korut terus mengembangkan senjata nuklirnya.

WowKeren - Militer Korea Selatan (Korsel) kembali melaporkan bahwa Korea Utara (Korut) telah menembakkan proyektil tak dikenal ke perairan timurnya saat melanjutkan serangkaian uji coba senjata baru-baru ini. Adapun tembakan itu diketahui merupakan uji coba rudal balistik yang dilakukan Korut untuk kesekian kalinya.

Serangkaian uji coba senjata itu disebut memiliki tujuan untuk menekan Washington dan Seoul mengenai diplomasi nuklir yang terhenti. Sementara pada Selasa (19/10), Kepala Staf Gabungan Korsel enggan membeberkan apa yang ditembakkan dan seberapa jauh senjata itu terbang. Seperti yang diketahui, negosiasi nuklir antara Washington dan Pyongyang telah terhenti selama lebih dari dua tahun karena ketidaksepakatan dalam pertukaran pelepasan sanksi yang melumpuhkan pimpinan Amerika Serikat (AS) terhadap Korut dan langkah-langkah denuklirisasi.

Sementara itu, pemimpin Korut Kim Jong Un sebelumnya telah berjanji untuk memperkuat penangkal nuklirnya sejak kejatuhan diplomatiknya dengan mantan Presiden AS Donald Trump saat itu. Kini, Kim Jong Un menolak untuk melakukan dialog tanpa prasyarat dengan pemerintahan Joe Biden.


Melansir AP News, Kim Jon Un mengatakan bahwa pihaknya mau untuk melakukan dialog tanpa prasyarat dengan pemerintahan Biden, asalkan Washington harus terlebih dahulu meninggalkan "kebijakan bermusuhan" sebuah istilah yang digunakan Korut merujuk pada sanksi dan latihan militer AS-Korsel. Sempat ada jeda selama berbulan-bulan, Korut akhirnya kembali meluncurkan dan bahkan meningkatkan uji coba senjatanya sejak September lalu.

Di saat yang bersamaan, Korut juga membuat penawaran perdamaian bersyarat ke Seoul yakni menghidupkan kembali pola menekan Korsel untuk mendapatkan apa yang diinginkan dari AS. Sebagai informasi, Korut memiliki pangkalan kapal selam serta peralatan untuk uji tembak rudal balistik yang sebelumnya telah meluncurkan jenis rudal lain dari sana.

"Militer kami memantau dengan cermat situasi dan mempertahankan postur kesiapan dalam kerja sama erat dengan AS, untuk mempersiapkan kemungkinan peluncuran tambahan," terang JCS dalam sebuah pernyataan. "Kantor Kepresidenan mengatakan kan mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas peluncuran tersebut.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait