Presiden Tsai Ing-wen Akui Adanya Kehadiran Pasukan AS di Taiwan Untuk Bantu Pelatihan
Dunia

Ini merupakan pertama kalinya seorang pemimpin Taiwan secara terbuka membuat pengakuan seperti itu sejak garnisun terakhir Amerika Serikat pergi dari pulau tersebut pada tahun 1979.

WowKeren - Presiden Tsai Ing-wen mengkonfirmasi kehadiran sejumlah tentara Amerika Serikat (AS) di Taiwan untuk membantu pelatihan. Pemimpin Taiwan tersebut juga menambahkan dirinya memiliki "keyakinan" bahwa militer Amerika akan mempertahankan wilayahnya jika terjadi serangan Tiongkok.

Adapu kehadiran pasukan AS di Taiwan pertama kali dikonfirmasi kepada AFP dan media lain oleh seorang pejabat Pentagon awal bulan ini. Ini merupakan pertama kalinya seorang pemimpin Taiwan secara terbuka membuat pengakuan seperti itu sejak garnisun AS terakhir pergi pada tahun 1979. Ditanya berapa banyak tentara AS di Taiwan, Tsai hanya menjawab, "tidak sebanyak yang orang pikirkan".

"Kami memiliki berbagai kerja sama dengan AS yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kami," jelas Tsai.

Tsai juga memberikan respons positif kala ditanya apakah ia yakin bahwa AS akan membantu membela Taiwan jika mereka pada akhirnya harus melawan Tiongkok. "Saya memiliki keyakinan," tegasnya.


Sementara itu, Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng mengatakan pasukan AS dan Taiwan telah lama melakukan kontak satu sama lain. Hal ini disampaikan Chiu kala berbicara kepada anggota parlemen hari ini.

"Kami memiliki pertukaran personel dan mereka (tentara AS) akan berada di sini untuk kerja sama militer, tetapi ini berbeda, menurut definisi saya, dengan 'pasukan ditempatkan' di sini," ujarnya.

Di sisi lain, pada pertemuan puncak virtual KTT ASEAN, Presiden AS Joe Biden menuturkan bahwa pekan ini pihaknya menegur Beijing atas tindakannya di dekat Taiwan. Sedangkan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyampaikan dukungan AS pada Taiwan untuk masuk kembali menjadi anggota PBB.

"Taiwan telah menjadi kisah sukses demokrasi," kata Blinken dalam sebuah pernyataan. "Modelnya mendukung transparansi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan supremasi hukum, nilai-nilai yang selaras dengan nilai-nilai PBB."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait