Bukan Dosis Ketiga, AS Siap Suntik Dosis Keempat Vaksin COVID-19 Khusus Untuk Kelompok Ini
AFP
Dunia

Beberapa negara masih berkutat dengan program vaksinasi dosis 1 dan 2, atau ada sejumlah daerah yang menyuntikkan booster dosis ke-3. Namun AS siap menyuntikkan dosis ke-4 tahun depan.

WowKeren - Amerika Serikat siap membawa program vaksinasi COVID-19 ke arah yang mengejutkan. Sebab ketika sejumlah negara lain, terutama di Afrika, masih kesulitan mendapat dosis 1 dan 2 vaksin, atau beberapa daerah lain yang mulai melakukan vaksinasi dosis ketiga, maka AS siap menyuntikkan dosis keempatnya.

AS mengategorikan vaksinasi dosis keempat ini sebagai booster, alias penguat, sebagaimana dosis ketiga. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) sudah memperbarui pedoman pengendalian wabah COVID-19 mereka, termasuk mengakomodasi penyuntikan dosis keempat vaksin.

CDC mengategorikan orang dewasa di AS dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah dan sudah menerima booster, baik menggunakan Pfizer-BioNTech atau Moderna, berhak menerima dosis keempat. Sedianya program ini akan dimulai pada tahun 2022 mendatang.

"Dalam situasi seperti saat ini, orang-orang dengan kondisi kekebalan tubuh rendah, baik yang 'wajar' maupun parah, bisa menerima total empat dosis vaksin," demikian peraturan CDC soal booster dosis keempat, dikutip pada Jumat (29/10). "Dengan dosis keempat diberikan setidaknya 6 bulan setelah penyuntikan dosis ketiga."


AS sendiri mengatur penerima vaksin dengan kondisi imun lemah bisa mendapat dosis ketiga sekitar bulan Agustus kemarin. Dengan demikian, setidaknya orang-orang dengan kekebalan tubuh rendah ini bisa menerima vaksin dosis keempat pada Februari 2022 mendatang, dengan mereka berhak memilih sendiri merek yang dipakai.

CDC juga merekomendasikan orang-orang dengan kekebalan tubuh rendah yang menerima vaksin Johnson & Johnson untuk disuntik dosis booster. Setidaknya dosis booster ini disuntikkan 2 bulan setelah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, di mana mereka pun berhak memilih sendiri merek yang akan digunakan.

Apabila vaksinasi dosis keempat menggunakan Moderna, CDC sudah mengatur agar hanya setengah dosis normal yang disuntikkan. Sedangkan kelompok masyarakat yang masuk kategori imunitas lemah seperti mereka yang tengah menjalani kemoterapi, sedang masa pemulihan setelah operasi transplantasi organ atau akibat penyakit lain, hingga yang terinfeksi HIV.

Meski demikian, rencana penyuntikan vaksin COVID-19 dosis keempat ini rupanya tidak terlalu ditentang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang terus menyuarakan kesetaraan distribusi vaksin. Sebab WHO mendukung upaya pemberian kekebalan tambahan bagi mereka yang memang memiliki imunitas lemah, namun menolak program booster untuk penerima yang sehat.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait