Spanyol Larang Iklan Makanan Manis yang Targetkan Anak-Anak
pixabay.com/Ilustrasi/Shirley810
Dunia

Tak hanya iklan televisi yang akan menjadi sasaran aturan baru ini, namun juga iklan di radio, outlet online, dan aplikasi seluler yang menjajakan konten untuk anak di bawah 16 tahun.

WowKeren - Pada umumnya, makanan yang memiliki rasa manis akan menjadi favorit bagi anak-anak. Ketika ditawari makanan semacam ini baik itu permen, biskuit, ataupun minuman tak sedikit anak yang antusias menerimanya tanpa berpikir panjang.

Namun, juga sudah menjadi rahasia umum jika makanan manis tidak baik untuk kesehatan anak jika dikonsumsi secara berlebihan. Untuk itu, pemerintah Spanyol telah membuat langkah khusus untuk menyikapi hal ini.

Spanyol akan melarang iklan makanan dan minuman tinggi gula yang ditujukan untuk anak-anak. Adapun makanan manis yang dimaksud meliputi cokelat batangan dan minuman bersoda. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperlambat jumlah obesitas, sebagaimana dilaporkan oleh seorang pejabat pada Kamis (28/10).

Menteri urusan konsumen Alberto Garzon mengatakan jika kebijakan ini akan berlaku mulai tahun depan. Tak hanya iklan televisi yang akan menjadi sasaran aturan baru ini, namun juga iklan di radio, outlet online, dan aplikasi seluler yang menjajakan konten untuk anak di bawah 16 tahun.


Sebab menurutnya, anak di bawah usai 16 tahun adalah konsumen yang masih rentan. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban bagi orang dewasa untuk melindungi mereka. "Anak di bawah umur adalah konsumen yang rentan dan sudah menjadi tugas kita untuk melindungi mereka dari iklan," katanya.

Selain cokelat batangan dan minuman bersoda, iklan yang menawarkan es krim juga akan dilarang. Begitu juga dengan kue kering, minuman ringan, dan minuman manis lainnya, yang mana menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), produk-produk itu "berbahaya" untuk anak-anak.

Data pemerintah Spanyol menunjukkan jika sekitar satu dari tiga anak di Spanyol memiliki kelebihan berat badan. Jumlah ini terus meningkat dari hanya tiga persen pada tahun 1984 lalu. Menteri mengatakan Spanyol akan mengikuti jejak negara-negara Eropa lainnya seperti Portugal, Inggris, dan Norwegia.

Kementerian Konsumen menilai jika iklan turut andil dalam meningkatkan angka obesitas di sana. "Iklan adalah salah satu penyebab angka ini", kata kementerian urusan konsumen.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait