Selain lebih terjangkau, bagi pihak operator keuntungan yang ditawarkan adalah mereka dapat memenuhi permintaan bahkan di daerah yang kekurangan pengemudi.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 30 Oktober 2021 - 14:22 WIB
WowKeren - Pemerintah Jepang siap memberi lampu hijau pada layanan transportasi taksi ride-sharing. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Transportasi pada Jumat (29/10).
Mereka akan menyetujui layanan berbagi taksi secara nasional mulai minggu depan. Layanan ini memungkinkan penumpang yang tidak saling kenal untuk berbagi kendaraan taksi yang sama. Langkah ini dilakukan dalam rangka untuk menawarkan kenyamanan yang lebih besar kepada pengguna sambil meningkatkan produktivitas operator.
Pengguna yang ingin menggunakan layanan ini harus memesannya terlebih dahulu melalui aplikasi di ponsel pintar mereka. Dibanding taksi individu, taksi ride-sharing ini lebih terjangkau. Sedangkan bagi pihak operator, keuntungan yang ditawarkan adalah mereka dapat lebih mampu memenuhi permintaan bahkan di daerah yang kekurangan pengemudi.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata berharap perusahaan taksi bisa mempersiapkan sistem reservasi mereka dalam beberapa bulan mendatang sebelum siap untuk meluncurkan layanan ini. Tentu saja, di masa pandemi seperti sekarang ini protokol kesehatan tetap perlu diterapkan.
Untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 di antara penumpang, kementerian mengatakan akan meninjau operator layanan. Mereka akan memastikan apakah pihak operator telah mematuhi langkah-langkah yang diperlukan termasuk membatasi jumlah penumpang dalam satu kendaraan dan mewajibkan pengemudi dan penumpang untuk memakai masker.
Saat pengguna memasukkan lokasi penjemputan, tujuan, dan waktu yang mereka inginkan saat memesan layanan ini, mereka dapat dipasangkan dengan pengguna lain yang menuju ke arah yang sama. Tarif dibagi di antara penumpang tergantung pada jarak yang mereka tempuh.
Untuk mengatasi masalah keselamatan, penumpang harus menyetujui beberapa persyaratan. Salah satunya termasuk jenis kendaraan dan rute yang akan diambil dan jenis kelamin penumpang lainnya.
Sementara itu, Jepang baru-baru ini juga telah melonggarkan pembatasan terkait jumlah penonton untuk acara-acara besar. Tak hanya untuk acara olahraga namun juga konser musik. Saat ini jumlah maksimum penonton yang diperbolehkan pada acara tersebut dibatasi hingga 10.000 atau 50 persen dari kapasitas venue.
(wk/zodi)