Untuk mengurangi kerugian pasca panen, pemerintah akan menawarkan subsidi untuk peralatan pengeringan biji-bijian. Selain itu, rencana juga meliputi sektor transportasi dan pengolahan.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 01 November 2021 - 14:42 WIB
WowKeren - Tiongkok akan memperkuat usaha untuk mengurangi pemborosan makanan yang terjadi di seluruh negeri. Begitu juga dengan biji-bijian yang hilang selama proses panen.
Hal itu disampaikan oleh pemerintah pada Senin (1/11), yang merupakan bagian dari langkah untuk lebih meningkatkan ketahanan pangan. Diketahui, tahun lalu Tiongkok telah meluncurkan kampanye besar melawan pemborosan makanan.
Kampanye tersebut dipelopori oleh Presiden Xi Jinping di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan pangan selama pandemi COVID-19. Upaya tersebut memang telah menunjukkan hasil nyata sejauh ini.
Pemerintah mengatakan bahwa banyak yang bisa dilakukan untuk membangun sistem ketahanan pangan nasional yang berkualitas tinggi, lebih efisien dan lebih berkelanjutan. Di lain sisi, pemerintah juga menyerukan standar benih yang lebih tinggi untuk mempromosikan varietas tanaman multi-tahanan, sebuah teknologi baru untuk penanaman gandum.
Untuk mengurangi kerugian pasca panen, pemerintah juga akan menawarkan subsidi untuk peralatan pengeringan biji-bijian. Selain itu, rencana juga meliputi sektor transportasi dan pengolahan.
Tak hanya itu, sektor pakan ternak juga didorong untuk menggunakan lebih banyak pengganti jagung dan kedelai dan mengurangi kadar protein, yang mana hal tersebut sejalan dengan inisiatif yang dirilis tahun ini.
Pemerintah menekankan bahwa warganya juga tak boleh boros makanan. Tak hanya departemen pemerintah, sektor katering dan sekolah diminta untuk mengelola porsi makanan dan menghindari perilaku boros.
Seperti diketahui, Tiongkok pada April laku telah mengesahkan undang-undang tentang pencegahan limbah makanan untuk memastikan keamanan pangan. UU ini secara ketat mengatur manajemen porsi makanan.
Di bawah undang-undang yang baru diberlakukan oleh Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC), pihak yang mendorong pemesanan makanan yang berlebihan dapat didenda hingga 10.000 yuan. Penyedia layanan katering juga dapat membebankan biaya pembuangan kepada pelanggan yang menyisakan makanan dalam jumlah berlebihan.
Namun, mereka harus secara jelas mengiklankan tarif yang dikenakan untuk biaya tersebut. Menurut sebuah laporan berdasarkan penelitian lapangan nasional yang dilakukan oleh deputi NPC, sekitar 18 miliar kilogram makanan terbuang setiap tahun di industri katering perkotaan Tiongkok.
(wk/zodi)