Ingin Dihukum Mati, 'Joker' Berpisau yang Teror Tokyo Saat Halloween Sudah Buat Rencana Sejak Juni
Pixabay
Dunia

Kyota Hattori (24) mengubah penampilan menyerupai Joker saat hari Halloween, Minggu (31/10). Ia kemudian menusuk penumpang dan membakar bangku kereta di Tokyo, total 17 orang terluka karenanya.

WowKeren - Hari Halloween yang identik dengan hal menakutkan benar-benar diimplementasikan oleh Kyota Hattori (24). Pemuda ini nekat menusuk penumpang dan membakar bangku kereta di Tokyo, menyebabkan setidaknya 17 orang terluka.

Aksinya menjadi sorotan dunia karena Hattori melakukan penyerangan dengan berpenampilan selayaknya Joker sang musuh bebuyutan Batman. Kepada polisi yang menangkapnya di tempat, Hattori mengaku sengaja melakukan aksi terornya demi mendapat hukuman mati.

"Saya ingin membunuh bayak orang," ujar juru bicara pihak kepolisian terkait pernyataan Hattori kepada investigator yang menyelidikinya, dikutip dari Reuters, Selasa (2/11). "Saya ingin mendapat hukuman mati."

Kepada para investigator pula, Hattori mengaku aksinya dilatarbelakangi rasa frustrasi. "Hal-hal tidak berjalan baik (antara dirinya) dengan pekerjaan dan teman-teman," kata polisi soal kesaksian Hattori.

Hattori diperkirakan sudah merencanakan aksinya ini setidaknya sejak Juni 2021, setelah ia keluar dari pekerjaannya di barat daya Fukuoka. Hattori kemudian pindah ke bagian timur, bertempat tinggal di salah satu kota besar di sana untuk beberapa waktu lalu, sebelum kembali ke Tokyo sebulan belakangan.


Perihal pemilihan hari Halloween, Hattori mengaku hanya mencari waktu di mana Tokyo dalam keadaan ramai. Hattori kemudian meninggalkan hotelnya pada siang hari dan menaiki kereta ke Distrik Shibuya yang ramai oleh anak-anak muda dan terkenal dengan pesta jalanan saat hari Halloween.

Banyak di antara peserta pesta itu hadir dengan kostum dan dandanan mencolok sehingga penampilan Hattori pun menjadi lazim. Hattori kemudian menaiki salah satu kereta yang dipenuhi orang dan saat itulah ia menjalankan aksi kriminalnya.

Dalam sebuah rekaman amatir, tampak Hattori yang duduk sambil merokok dengan tenang setelah melakukan aksi terornya. Hattori disebut membeli pisau untuk aksi kejahatannya lewat internet, sekaligus membawa 4 liter cairan mudah terbakar dalam sebuah botol plastik saat ia bertolak ke Tokyo.

Namun kronologi yang disampaikan media ini belum dikonfirmasi oleh polisi. Sedangkan dari sisi pemerintah mendesak pengelola kereta untuk lebih meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan.

"Kereta adalah hal esensial dalam kehidupan bermasyarakat kita," ujar Menteri Transportasi Tetsuo Saito, Selasa (2/11). "Dan menjadi sangat penting untuk merasa aman saat menaikinya."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait