Gugur Lagi, Yahoo Kini Ikut Tinggalkan Tiongkok Imbas Peraturan yang Makin Ketat
Flickr/yto
Dunia

Pertengahan Oktober 2021 kemarin, Microsoft juga menutup salah satu layanan LinkedIn imbas penerapan kontrol pemerintah Tiongkok. Kini ganti Yahoo yang menutup seluruh bisnisnya.

WowKeren - Tiongkok memberlakukan sejumlah peraturan baru di bidang teknologi dan digital yang tampaknya semakin sulit diadaptasi. Pasalnya kini Yahoo mengumumkan akan hengkang dari Tiongkok, hanya sekitar 2 pekan setelah Microsoft yang menutup LinkedIn.

Pada Selasa (2/11) waktu setempat, Yahoo mengumumkan menarik semua operasinya di Tiongkok. Padahal Yahoo sudah beroperasi selama dua dekade di Negeri Tirai Bambu dan akhirnya memilih hengkang dengan alasan "lingkungan bisnis dan hukum yang semakin menantang".

Tiongkok diketahui menerapkan hukum baru mengenai pembatasan pada berbagai bisnis yang beroperasi di negara tersebut. Akibatnya, beberapa bisnis menghadapi sensor atas konten-konten mereka yang dianggap terlalu kritis terhadap pemerintah Tiongkok.

Namun Yahoo sendiri memang sudah "kembang kempis" dengan berbagai pembatasan yang diterapkan oleh Tiongkok. Seperti akses ke fitur email dan berita sudah menghilang dari situs Yahoo Tiongkok sejak tahun 2013. Perusahaan kemudian menutup kantornya di Beijing sekitar dua tahun setelahnya.


Sedangkan penarikan Yahoo secara sepenuhnya dari Tiongkok bermula dari dikeluarkannya Undang-Undang Perlindungan Konsumen Tiongkok. UU ini membatasi jenis informasi apa yang dapat dikumpulkan oleh perusahaan teknologi dari pengguna dan bagaimana informasi tersebut harus disimpan.

UU ini berlaku mulai Senin (1/11) kemarin. Karena itulah, Yahoo juga mengumumkan penutupan layanan mereka di daratan utama Tiongkok mulai hari yang sama.

Sebelumnya, tepatnya pada 14 Oktober 2021, Microsoft mengumumkan penutupan fitur jaringan sosial dari aplikasi LinkedIn di Tiongkok. Hal ini juga berkaitan dengan langkah pemerintah Tiongkok untuk memperketat kontrol terhadap perusahaan teknologi.

Namun berbeda dengan Yahoo yang menutup operasi, Microsoft masih menyediakan LinkedIn di Tiongkok namun hanya didedikasikan untuk melamar pekerjaan tanpa fitur jejaring pertemanan. LinkedIn sendiri merupakan salah satu platform media sosial berorientasi karier dengan cukup banyak pengguna.

"Kami menghadapi lingkungan operasi yang jauh lebih menantang," kata Wakil Presiden Senior Teknik Microsoft, Mohak Shroff, lewat sebuah postingan di blog. "Dan persyaratan kepatuhan yang lebih besar di Tiongkok."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait