WHO Berikan Izin Pemakaian Darurat Vaksin 'Made in India' COVAXIN, Efikasi Sampai 78%
AFP
Dunia

COVAXIN adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan Bharat Biotech dari India dan mendapat izin penggunaan darurat (Emergency Use Listing) WHO pada Rabu (3/11).

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Listing) untuk vaksin COVID-19 buatan India, COVAXIN. Dengan izin ini, maka COVAXIN bisa segera dikirim ke negara-negara anggota melalui skema COVAX.

Seperti vaksin lain, COVAXIN akan diberikan dalam dua kali suntikan. Izin ini juga diharapkan segera ditindaklanjuti dengan pemerataan distribusi vaksin demi mempercepat melawan virus Corona.

WHO menurunkan izin penggunaan darurat ini pada Rabu (3/11) waktu setempat. "Daftar penggunaan darurat ini memperluas ketersediaan vaksin, alat medis paling efektif yang kita miliki untuk mengakhiri pandemi," kata Dr Mariangela Simao selaku Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Akses ke Obat-Obatan dan Produk Kesehatan, dikutip pada Kamis (4/11).

"Tetapi kita harus terus memastikan untuk memenuhi kebutuhan semua populasi," imbuh Simao. "Memberikan prioritas kepada kelompok berisiko yang masih menunggu dosis pertama mereka, sebelum kita dapat mulai menyatakan kemenangan."


Dengan demikian, COVAXIN menjadi vaksin kedelapan yang sudah mendapat otorisasi dari WHO. Vaksin ini dikembangkan oleh Bharat Biotech dengan tingkat efikasi 78 persen, di mana interval penyuntikan vaksin dosis pertama dan kedua adalah sejauh empat pekan.

WHO pun menegaskan COVAXIN sangat cocok untuk negara-negara dengan perekonomian menengah ke bawah. Sebab penyimpanan vaksin ini begitu mudah, berbeda dari vaksin lain yang umumnya memerlukan suhu beku, bahkan vaksin seperti Pfizer-BioNTech yang harus disimpan di suhu -70 derajat Celsius.

Sedangkan menurut pernyataan tertulis Bharat Biotech, vaksin ini memiliki masa simpan sampai 12 bulan dari tanggal produksi. "Izin penggunaan darurat dari WHO memvalidasi keamanan dan standar kualitas COVAXIN di tingkat internasional. Bharat Biotech sangat termotivasi untuk memitigasi pandemi dunia ini," jelas Bharat Biotech.

Saat ini jenis dan jumlah vaksin COVID-19 pun terus meningkat. Namun berbagai lembaga dunia menyoroti adanya ketimpangan distribusi, di mana menurut Proyek 'Our World in Data' dari Universitas Oxford, hanya 3,9 persen warga negara berpenghasilan rendah yang sudah mengakses vaksin COVID-19.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait