Pada Kamis (4/11), kabar duka datang dari keluarga kekaisaran Jepang. Kakek dari mantan Putri Mako, Tatsuhiko Kawashima meninggal dunia di usianya yang ke-81 tahun.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 04 November 2021 - 16:22 WIB
WowKeren - Pada 26 Oktober 2021, Putri Mako resmi menikahi kekasihnya yang merupakan seorang rakyat biasa yakni Kei Komuro. Setelah menikah dengan Komuro, Putri Mako pun kini telah melepas gelar kebangsawaannya.
Belum genap satu bulan bahagia akan pernikahannya, kini mantan Putri Mako harus menghadapi kabar kurang mengenakan yakni kakeknya, Tatsuhiko Kawashima yang juga merupakan ayah dari Putri Mahkota Jepang Kiko, telah meninggal dunia. Hal ini disampaikan oleh salah satu sumber pada Kamis (4/11).
Kakek mantan Putri Mako yang juga seorang profesor emeritus di Universitas Gakushuin itu sebelum meninggal, sempat menjalani perawatan di rumah sakit Tokyo pada 19 Oktober lalu. Menurut salah satu sumber, saat itu Putri Mahkota dan kedua putrinya pun mengunjungi rumah sakit untuk menjenguk Tatsuhiko.
Melansir Kyodonews, Tatsuhiko meninggal di usia 81 tahun. Tatsuhiko itu juga merupakan kakek dari Pangeran Hisahito (15), yang berada di urutan kedua tahta kekaisaran Jepang, dan Putri Kako (26).
Semasa hidupnya, Tatsuhiko dikenal sebagai sosok dengan gaya hidup hematnya. Sebagai seorang profesor ekonomi, ia tinggal di asrama fakultas Universitas Gakushuin di Tokyo bersama keluarganya, termasuk Putri Mahkota Kiko sebelum akhirnya menikah dengan Putra Mahkota Fumihito pada tahun 1990.
Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Tokyo pada tahun 1964 silam, Tatsuhiko melanjutkan studinya untuk memperoleh gelar master di bidang ekonomi di sekolah pascasarjana Universitas, lembaga akademik paling bergengsi di Jepang. Ia lantas melanjutkan studi di luar negeri.
Kemudian, pada tahun 1971, Tatsuhiko berhasil memperoleh gelar doktor dari University of Pennyslvania di Amerika Serikat. Kemudian di tahun berikutnya, ia mendapat kesempatan untuk mengajar di Wharton School of University of Pennsylvania sebelum pindah ke Tokyo.
Lalu, pada tahun 1973, Tatsuhiko menjadi asisten profesor ekonomi di Universitas Gakushuin dan dipromosikan menjadi profesor di tahun 1976. Selama dua tahun, ia juga melakukan penelitian di Institut Internasional untuk Analisis Sistem Terapan di Austria.
(wk/tiar)