Biaya Energi Mahal, Singapura Peringatkan Kenaikan Harga Pangan Beberapa Bulan Mendatang
AFP/Isaac Lawrence
Dunia

Menteri Perdagangan dan Industri menjelaskan bahwa harga pangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk di antaranya adalah harga impor dan biaya energi.

WowKeren - Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong memperkirakan jika harga pangan akan naik dalam beberapa bulan mendatang. Perkiraan ini muncul dilatarbelakangi oleh perkiraan akan meningkatnya harga energi.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam rangka menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh Anggota Parlemen Shawn Huang Wei Zhong. Ia menanyakan apakah gangguan rantai pasokan dan kenaikan biaya energi akan berdampak pada harga pangan dalam enam bulan ke depan.

Gan menjelaskan bahwa harga pangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk di antaranya adalah harga impor, biaya energi, pengiriman, tenaga kerja, dan perubahan cuaca musiman. Dalam enam bulan terakhir, harga pangan domestik telah mengalami kenaikan.

Kenaikan harga pangan disebabkan terutama karena kenaikan harga komoditas pangan global. Tak hanya itu, harga energi yang juga terus merangkak, kemacetan rantai pasokan hingga kurangnya tenaga kerja telah menjadi kombinasi penyebab kian mahalnya harga bahan pangan di Singapura.


Dalam jawabannya, Gan mengatakan bahwa harga energi adalah kontributor biaya pangan global. Karena harga pangan bisa terus naik lebih jauh dengan meningkatnya biaya energi, "pemasok mungkin perlu menyesuaikan harga untuk menanggapi kenaikan biaya".

Menyikapi fenomena ini, Gan mengatakan bahwa negara akan memberikan bantuan. Bantuan ini akan diberikan kepada keluarga Singapura untuk "mengurangi dampak harga pangan yang lebih tinggi pada keluarga".

Tentu saja, ada kondisi tertentu yang menjadi syarat bagi suatu keluarga untuk bisa menerima bantuan ini. Ia mengatakan bahwa Dinas Sosial (SSOs) Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga akan memberikan bantuan ComCare kepada rumah tangga berpenghasilan rendah untuk mendukung biaya hidup sehari-hari.

"Skema Voucher Belanja Anggaran 2020 juga telah membantu warga Singapura yang kurang mampu," kata Gan. "Dengan pengeluaran rumah tangga mereka selama periode ketidakpastian ekonomi ini."

Pada bulan September, sekitar 160.000 warga Singapura menerima voucher belanja senilai 100 dolar Singapura sebagai bagian dari Paket Perawatan dan Dukungan. Gan melanjutkan bahwa pemerintah akan terus melakukan diversifikasi sumber impor untuk menjaga harga tetap kompetitif.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait