40 Lebih Negara di COP26 Sepakat Setop Pakai Batu Bara Tahun 2040, RI Sanggupi dengan Syarat Ini
Pixabay/Michael Gaida
Dunia

Kesimpulan baru ditarik lagi dari KTT COP26. Kali ini 40 lebih negara, termasuk Indonesia, dilaporkan sepakat untuk berhenti menggunakan energi batu bara pada tahun 2040.

WowKeren - KTT COP26 kembali membawa kesimpulan untuk pemulihan kondisi lingkungan. Setelah sepakat menyetop deforestasi pada 2030, kali ini lebih dari 40 negara setuju untuk menghentikan investasi produksi tenaga batu bara dalam dua dekade ke depan.

Beberapa negara yang menyepakatinya termasuk Indonesia, Inggris, Kanada, Polandia, Korea Selatan, Ukraina, dan Vietnam. Sayangnya negara-negara dengan penggunaan batu bara terbesar di dunia seperti Tiongkok dan Amerika Serikat tidak memberi tanggapan yang sama.

Lebih spesifik, negara yang setuju ini akan menghentikan investasi domestik dan internasional untuk produksi batu bara. Negara maju seperti Tiongkok dan AS sepakat untuk mengakhiri dukungan mereka pada 2030-an dan akan menindaklanjuti lebih tegas pada sepuluh tahun berikutnya.

"Komitmen hari ini, disatukan melalui upaya yang dipimpin Inggris," demikian kutipan pernyataan resmi dari Inggris selaku tuan rumah KTT COP26, dikutip dari UPI pada Jumat (5/11). "Termasuk 'Pernyataan Global Transisi Batu Bara ke Energi Bersih' yang baru, mencakup negara-negara maju dan berkembang, pengguna batu bara utama dan negara-negara yang rentan perubahan iklim."


"Ini termasuk 18 negara yang berkomitmen untuk pertama kalinya menghentikan dan tidak membangun atau berinvestasi dalam pembangkit listrik tenaga batu bara baru," imbuh Inggris. "Termasuk Polandia, Vietnam, dan Chili, menandai momen penting di COP26 dalam transisi energi bersih global."

Meski demikian, terdapat beberapa konsekuensi yang diajukan negara-negara ini untuk bisa berhenti berinvestasi dalam operasional penggunaan batu bara. Seperti Indonesia yang terang-terangan mengaku memerlukan bantuan pendanaan internasional apabila ingin mempercepat target mencapai energi bersih pada 2040.

Hal ini seperti disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyatakan bahwa negaranya berencana untuk berhenti memakai pembangkit listrik tenaga batu bara pada 2056. "Kalau kita mau mempercepat ke 2040, kita memerlukan dana untuk menghentikan pemakaian batu bara lebih awal dan membangun kapasitas baru energi terbarukan," jelas Sri Mulyani.

"Itulah yang sekarang menjadi inti isu dan saya sekarang sebagai menteri keuangan," imbuhnya. "Apa yang diperlukan untuk berhenti menggunakan batu bara lebih awal? Berapa biaya yang diperlukan?"

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait