Meski Telah Bebas COVID-19, Australia Barat Tetap Terapkan Pembatasan Ketat
AAP Image/Bianca De Marchi
Dunia

Australia Barat disebut sebagai negara bagian yang bebas COVID-19. Meski demikian, pihak Australia Barat belum ada keinginan untuk kembali membuka perbatasan.

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih terus membayangi negara di dunia. Kini banyak negara yang sudah mulai melonggarkan pembatasan lantaran kasus COVID-19 juga berangsur-angsur turun.

Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Australia bagian timur yang telah membuka perbatasan dan mengizinkan masyarakatnya untuk bepergian dengan bebas. Tetapi hal berbeda terjadi di Australia Barat yang memilih untuk tetap mempertahankan pembatasan ketatnya hingga tahun 2022 depan. Padahal, wilayahnya dinyatakan bebas COVID-19.

Sebagai informasi, Australia Barat adalah negara bagian terbesar yang meliputi sepertiga dari luas daratan Australia. Meski demikian, Australia Barat juga memiliki tingkat vaksinasi terendah di negara kanguru tersebut. Hal ini lantaran negara bagian itu memiliki kasus infeksi COVID-19 sedikit dan kehidupan relatif normal selama pandemi berlangsung.

Melansir AP News, Australia Barat disebut menjadi satu-satunya negara bagian yang tidak memiliki niat untuk membuka kembali pembatasan pada tahun 2021 ini. Meski demikian, pemerintah Australia Barat tidak melarang warganya untuk bepergian, terutama bagi yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19.


Bagi warga negara yang telah divaksinasi, mereka bisa dengan bebas melakukan perjalanan melalui bandara pantai timur di Sydney dan Melbourne. Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Australia Barat, Mark McGowan telah menetapkan target vaksinasi COVID-19 90 persen bagi orang dewasa atau di atas usia 12 tahun.

McGowan menyampaikan, apabila tingkat vaksinasi telah mencapai 90 persen, maka pembatasan perbatasan bisa dilonggarkan. Menurutnya, target ini diperkirakan bisa tercapai pada akhir Januari atau awal Februari 2022.

Lebih lanjut, McGowan menerangkan bahwa ia akan menetapkan tanggal bagi negara bagian untuk kembali membuka perbatasan setelah 80 persen dari populasi target telah divaksinasi, yang diharapkan tercapai pada pertengahan Desember. Setelah nantinya telah ditetapkan tanggal pelonggaran tersebut, maka akan berlangsung seterusnya.

"Sejauh standar dunia berjalan, tingkat 90 persen akan menjadi pencapaian yang luar biasa," papar McGowan dalam keterangan, Jumat (5/11). "Mengingat tingkat vaksinasi kami saat ini, target ini realistis dan dalam pandangan kami."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait