Melalui sebuah pernyataan, pihak Kementerian Pertanian mengatakan bahwa sejak Agustus sudah tercatat ada 130 kasus flu burung yang terdeteksi di seluruh Eropa.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 05 November 2021 - 18:16 WIB
WowKeren - Di tengah pandemi COVID-19, ada kekhawatiran lain terkait virus yang menyebar di tengah masyarakat. Di Eropa, penyebaran flu burung telah menjadi perhatian saat ini.
Ketika virus ini menyebar di seluruh Eropa, pemerintah Prancis telah menempatkan seluruh wilayah negara dalam siaga tinggi. Hal itu disampaikan oleh Kementerian Pertanian pada Jumat (5/11).
Langkah ini akan memperluas persyaratan untuk menjaga kawanan unggas di dalam ruangan, yang mana tindakan ini sudah diterapkan di daerah-daerah tertentu sejak September lalu. Melalui sebuah pernyataan, pihak kementerian mengatakan bahwa sejak Agustus sudah tercatat ada 130 kasus flu burung yang terdeteksi di seluruh Eropa.
Kasus tersebut tak hanya terjadi di antara unggas liar namun juga di peternakan. "Sejak awal Agustus, 130 kasus atau kelompok flu burung telah terdeteksi pada hewan liar atau di peternakan di Eropa," kata kementerian.
Kementerian itu juga menambahkan bahwa tiga kasus telah diidentifikasi di antara burung-burung di halaman belakang di timur laut Prancis. "Oleh karena itu, tindakan pencegahan yang diperkuat akan diterapkan untuk melindungi peternakan unggas," tambah mereka.
Kementerian juga mengatakan bahwa persyaratan untuk menjaga kawanan unggas di dalam ruangan juga akan disesuaikan dengan mempertimbangkan praktik produksi seperti peternakan bebas.
Tak hanya Prancis, Belanda juga mencatat penyebaran virus ini. Pekan lalu, pemerintah setempat telah memerintahkan peternakan komersial untuk menempatkan hewan ternak di dalam ruangan setelah dilaporkan adanya kasus flu burung di peternakan.
Sebelumnya pada musim dingin lalu, Prancis telah memusnahkan sekitar 3 juta burung di peternakan bebek yang ada di wilayah barat daya saat negara itu bergulat dengan penyebaran virus dari burung liar ke kawanan unggas. Sedangkan Belanda, pada Kamis (4/11) dilaporkan akan memusnahkan sekitar 10.000 hewan peternakan terkait penyebaran virus tersebut.
Kasus flu burung juga dilaporkan semakin meningkat di Tiongkok. Kondisi ini memicu kekhawatiran di antara para ahli yang menyebut bahwa jenis virus yang beredar sebelumnya tampaknya telah berubah.
(wk/zodi)