Malaysia mengumumkan temuan 2 kasus perdana COVID-19 varian Delta Plus pada warga yang baru pulang dari Inggris. Sedangkan Singapura mengonfirmasi kasus pertamanya pada Oktober 2021.
- Elvariza Opita
- Senin, 08 November 2021 - 16:39 WIB
WowKeren - Indonesia saat ini tengah mengetatkan perjalanan internasional karena kekhawatiran akan virus Corona varian AY.4.2 alias Delta Plus. Pasalnya saat ini negara tetangga terdekat Indonesia pun sudah mengonfirmasi kasus positif COVID-19 akibat varian Delta Plus tersebut.
Yang terbaru, Malaysia pada Sabtu (6/11) kemarin mengonfirmasi dua kasus positif COVID-19 varian Delta Plus pertama di negaranya. Keduanya merupakan warga Malaysia yang baru kembali dari Inggris.
Menteri Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah, menyebut bahwa kedua pasien positif COVID-19 mendarat di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 2 Oktober 2021. Sebelumnya mereka telah melakukan tes COVID-19 dengan metode RT-PCR dan dinyatakan negatif.
Namun akhirnya mereka dinyatakan positif COVID-19 sesudah menjalani tes kedua saat karantina, tepatnya pada 7 Oktober 2021. "Sampel yang bersangkutan dites dengan full genome sequencing di Institute Biologi Molekuler Medis Universiti Kebangsaan Malaysia (UMBI-UKM) dan hasilnya keluar 30 Oktober," jelas Noor Hisham, dikutip dari Malaymail pada Senin (8/11).
Dijelaskan Noor Hisham, AY.4 merupakan varian turunan dari Delta, dengan AY.4.2. dikenal sebagai Delta Plus. "Varian AY.4.2 mempunyai 2 mutasi tambahan di protein durinya, yakni Y145H dan A222V dan pada akhir Oktober 2021, varian AY.4.2 ditemukan di 10 persen dari total kasus yang menjalani full genome sequencing di Inggris," kata Noor Hisham.
Meski demikian, ia memastikan vaksin dan metode pengendalian wabah COVID-19 yang berlaku saat ini tetap efektif dalam mencegah terjadinya lonjakan varian Delta Plus. "Kementerian Kesehatan akan terus memantau dan mendeteksi keberadaan subvarian Delta di komunitas," tegas Noor Hisham.
Sementara itu, Singapura pada akhir Oktober 2021 kemarin sudah mengonfirmasi temuan kasus perdana COVID-19 varian Delta. Kemenkes Singapura mengonfirmasi kasus impor tersebut pada 26 Oktober 2021, tetapi dipastikan belum menyebar di komunitas penduduk Singapura.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Mothership, Kemenkes Singapura hanya menjelaskan bahwa varian AY.4.2 sejauh ini mirip dengan subvarian Delta lain dalam hal kemampuan penyebaran hingga tingkat keparahan gejala yang ditimbulkan. AY.4.2 sendiri sejauh ini belum dikategorikan sebagai Variant of Concern oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetapi Variant of Interest
(wk/elva)