Mantan Diplomat AS Yakini Junta Militer Myanmar 'Terbuka' Dalam Bantuan Kemanusiaan
Dunia

Mantan Diplomat AS beberapa waktu lalu, tertangkap kamera tengah bertemu dengan pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing. Hal ini lantas memicu kritikan dari publik.

WowKeren - Kudeta yang telah berlangsung sejak Februari lalu di Myanmar hingga kini belum juga berakhir. Seperti yang diketahui, kudeta ini telah menuai banyak protes dari masyarakat Myanmar.

Akan tetapi, junta militer Myanmar justru melakukan tindakan yang kejam terhadap masyarakat yang melakukan aksi protes. Junta militer tidak akan segan menyerang mereka yang melakukan aksi protes.

Akibatnya, banyak masyarakat yang telah menjadi korban kekejaman junta militer Myanmar. Akan tetapi, pada Senin (8/11), seorang mantan diplomat Amerika Serikat (AS). Bill Richardson mengatakan bahwa ia yakin bahwa junta militer Myanmar terbuka untuk bekerja dengan dunia dalam bantuan kemanusiaan.

Richardson sendiri juga dikenal sebagai sosok yang menjadi pemecah masalah global itu meyakini bahwa junta militer Myanmar, kemungkinan juga bisa lebih terbuka dalam bantuan kemanusiaan, setelah kunjungan langka yang menarik pengawasan. Pada pekan lalu, mantan duta besar AS untuk PBB dan Gubernur New Mexico itu tampak dalam sebuah foto yang menunjukkan pertemuannya dengan pemimpin militer Min Aung Hlaing.


Pertemuan antara Richardson dan Min Aung Hlain itu tentunya mengundang reaksi publik, tak sedikit yang mengecamnya. Sementara itu, dalam sebuah wawamcara bersama AFP, Richardson membantah kecaman kemanusiaan yang ditujukan kepadanya lantaran bertemu dengan Min Aung Hlaing.

Richardson menuturkan bahwa ia berharap bisa membuat suatu kemajuan untuk Myanmar, termasuk dalam menangani pandemi COVID-19 yang dinilai parah. "Saya optimis, saya berharap kami membuat beberapa kemajuan ringan yang mungkin mengarah pada situasi yang lebih baik, saya merasa mereka terbuka untuk lebih banyak kontak, ini akan sulit" papar Richardson.

Selama bertemu dengan Min Aung Hlaing, Richardson mengaku juga bertemu dan diundang oleh Kementerian Luar Negeri Myanmar, untuk melihat cara mendatangkan vaksin COVID-19. Setelah mengetahuinya, ia lantas menyarankan agar Myanmar bisa mendapatkan dua juta dosis vaksin COVID-19 dari Covavax.

Sementara saat disinggung mengenai potret dirinya bersama Min Aung Hlaing, ia menyebut hal tersebut sepadan dengan kritikan yang telah diterimanya. "Jika saya mengeluarkan seorang tahanan, itu sangat penting bagi saya, jika saya membuat kemajuan dalam masalah kemanusiaan dan vaksin, dan mengizinkan kunjungan penjara oleh Palang Merah Internasional, saya pikir itu adalah pemberian yang mudah," tandas Richardson.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait