Pemimpin otoriter Belarusia Alexander Lukashenko mendorong para migran memasuki Polandia secara ilegal jika perlu sementara pasukan Polandia berupaya menghalanginya.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 12 November 2021 - 10:23 WIB
WowKeren - Sekelompok migran yang ingin pindah ke Eropa berkumpul di perbatasan barat Belarusia dengan Polandia. Sebagian besar dari mereka berasal dari Timur Tengah dan Afrika.
Mereka yang terpaksa berkemah dalam cuaca beku di perbatasan itu menghadapi kondisi yang semakin memburuk karena Uni Eropa dan Rusia terlibat dalam kebuntuan yang semakin tegang. Pemimpin otoriter Belarusia Alexander Lukashenko telah mendorong para migran untuk memasuki Polandia, bahkan secara ilegal jika perlu.
Sementara di lain sisi, Pasukan Polandia menghalangi masuknya para migran ke negara itu dengan menutup bentangan perbatasan menggunakan kawat berduri. Para pemimpin Barat menuduh Lukashenko memperlakukan para migran sebagai pion sebagai "pembalasan" atas sanksi ekonomi yang dikenakan padanya.
Menurut Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki, ini merupakan perang gaya baru yang melibatkan warga sipil. Pernyataan itu datang pada Hari Kemerdekaan Polandia, mencatat perjuangan negara itu, yang sekarang menjadi anggota Uni Eropa, menghadapi agresi Rusia lebih dari 100 tahun yang lalu.
"Apa yang kita hadapi adalah perang jenis baru," kata Morawiecki dalam sebuah pernyataan, Kamis (11/11). "Ini adalah perang di mana warga sipil dan media menjadi amunisi."
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pada Rabu (10/11) bahwa setelah bertemu dengan Presiden Joe Biden, sekutu akan bergerak maju minggu depan mengenai sanksi tambahan terhadap Belarusia atas situasi di perbatasan. "Ini adalah serangan hibrida. Bukan krisis migrasi," ujarnya.
Tak ingin kalah, Lukashenko pun membalas dengan mengancam akan memutus saluran gas utama ke Eropa. "Kami memberi Eropa panas, namun mereka mengancam akan menutup perbatasan. Dan bagaimana jika kami mematikan gas alam di sana?" tegasnya menurut kantor berita Rusia Tass, mengutip media pemerintah Belarusia.
Ia bahkan menyampaikan sindiran pedas kepada para pemimpin Polandia. "Oleh karena itu, saya akan merekomendasikan agar para pemimpin Polandia, orang-orang Lituania, dan orang-orang berkepala kosong lainnya berpikir sebelum mereka berbicara," tambahnya.
(wk/zodi)