Busa yang mencemari Sungai Yamuna di India tersebut adalah hasil dari bahan organik yang membusuk karena limbah yang tidak diolah dari Delhi, Haryana dan Uttar Pradesh dibuang ke sungai.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 12 November 2021 - 13:51 WIB
WowKeren - Ribuan orang di India mengikuti festival Hindu Chhath Puja yang berlangsung selama empat hari dan berakhir Kamis (11/11). Festival ini merayakan dewa matahari Surya dengan berpuasa dan membuat persembahan sambil berdiri di air.
Para jemaah pun tanpa ragu masuk ke Sungai Yamuna meski busa beracun mencemari airnya. Sungai Yamuna adalah anak Sungai Gangga yang mengalir melalui New Delhi dan biasa lokasi perayaan festival tersebut. Namun tahun ini, sungai itu dilapisi dengan busa tebal yang menyerupai salju.
"Ini selokan," ujar salah satu jemaah bernama Ravi Shankar Gupta kepada The New York Times. "Tetapi dewa matahari berkata: 'Bahkan jika Anda berdiri di selokan dan memberikan persembahan, saya akan melindungi Anda selama sisa tahun ini'."
Diketahui, busa tersebut adalah hasil dari bahan organik yang membusuk karena limbah yang tidak diolah dari Delhi, Haryana dan Uttar Pradesh dibuang ke sungai. Hal ini meninggalkan partikel sabun-deterjen, limbah industri, vegetasi yang membusuk dan bakteri berfilamen.
Kontak singkat dengan busa tersebut bisa menyebabkan iritasi kulit dan alergi. Apabila tertelan, busa itu dapat menyebabkan masalah pencernaan dan penyakit seperti tipus. Sedangkan paparan jangka panjang terhadap logam berat yang ditemukan dalam polutan industri dapat menyebabkan masalah neurologis dan ketidakseimbangan hormon.
New Delhi memang mengolah sekitar dua pertiga dari limbahnya. Namun ratusan juta galon limbah dibuang ke Yamuna tanpa diolah saat kota itu bergulat dengan populasi yang berkembang. Sejumlah upaya pemerintah Delhi berusaha untuk mengurangi dampak busa tersebut antara lain mengirimkan perahu untuk mencoba menyapu, meletakkan barikade bambu untuk mencegah penyebaran dan mengirim pekerja untuk menyemprot busa.
Pada Kamis (11/11), para pemimpin pemerintah bahkan disebut saling menyalahkan atas kondisi tersebut. Gopai Rai dan Raghav Chanda dari Partai Aam Aadmi (AAP) Delhi mengatakan Haryana dan Uttar Pradesh telah melepaskan 155 juta galon air limbah yang tidak diolah ke sungai sementara Delhi telah bekerja untuk meningkatkan pabrik pengolahan limbah untuk memenuhi standar komite Pengendalian Polusi Delhi.
(wk/Bert)