Produk makanan cepat saji Subway dituntut pada Senin (8/11) dengan dasar temuan kandungan DNA ayam, babi, dan sapi di produk roti isi tuna mereka. Namun Subway membantah klaim tersebut.
- Elvariza Opita
- Jumat, 12 November 2021 - 20:33 WIB
WowKeren - Makanan cepat saji Subway sedang menghadapi tuntutan karena dituduh menipu terkait keaslian komposisi produknya. Yang dimaksud adalah produk roti isi tuna yang diklaim 100 persen mengandung daging ikan laut tersebut, namun menurut penggugat mengandung protein hewani dari ayam, babi, sapi, dan hewan ternak lain.
Adalah Karen Dhanowa dan Nilima Amin yang mengajukan versi baru tuntutan penipuan ini kepada Pengadilan Federal Amerika Serikat di San Fransisco. Namun tentu saja tuduhan ini ditepis oleh Subway yang mengklaimnya sebagai "gugatan sembrono dan tidak pantas".
Subway bersikeras bahwa produk mereka menggunakan 100 persen daging tuna. "Tuna berkualitas tinggi, tangkapan liar, dan 100 persen (asli)," tegas Subway yang menyatakan bahwa regulasinya telah diatur di Amerika Serikat serta seluruh dunia.
Malah mereka mengklaim penggugat yang sudah menyebar tuduhan palsu yang berubah-ubah setiap memasukkan berkas. Subway juga terus mengiklankan produk mereka sebagai 100 persen daging ikan tuna asli, baik di iklan TV maupun situs.
Sementara Dhanowa dan Amin mendasarkan tuntutan terbaru mereka pada pengujian oleh ahli biologi kelautan terhadap 20 sampel roti isi tuna yang dibeli di 20 restoran Subway di California Selatan. Dikatakan 19 sampel di antaranya tidak memiliki DNA tuna.
Malah dari 20 sampel tersebut mengandung DNA ayam, sebanyak 11 di antaranya mengandung DNA babi, serta 7 mengandung DNA sapi. Tentu saja ini menjadi sorotan tersendiri karena beberapa individu tidak memakan daging babi atau sapi terkait isu kesehatan maupun agama.
Pihak Subway membantah hasil penelitian tersebut dengan mengklaim fragmen DNA tuna telah rusak akibat pengolahan. "(Inilah) mengapa pengujian DNA tidak selalu meyakinkan dalam pengujian tuna olahan," tutur Subway, dikutip dari Reuters, Jumat (12/11).
Sedangkan kedua penggugat yang memasukkan berkas per Senin (8/11) ini menyoroti penipuan promosi Subway yang selalu menekankan bahwa produk mereka mengandung 100 persen tuna. Meski demikian, belum ada informasi apakah roti isi dengan kandungan "bermasalah" ini hanya ditemui di California Selatan atau juga di cabang gerai Subway lain.
(wk/elva)