Geger Helikopter Jokowi Sambar Pohon Hingga Timpa 3 Warga di Banten, BPBD Beri Penjelasan
Nasional

Presiden Joko Widodo menggunakan helikopter untuk menjangkau lokasi kunjungan kerja di Rangkasbitung. Tak disangka hempasan anginnya malah sampai merobohkan dahan pohon dan melukai 3 warga.

WowKeren - Presiden Joko Widodo meresmikan Tol Sarang-Panimbang Seksi 1 di Rangkasbitung, Banten pada Selasa (16/11) kemarin. Jokowi dan rombongan menuju lokasi pun menggunakan helikopter yang ternyata menimbulkan dampak panjang.

Pasalnya hempasan angin dari baling-baling helikopter tersebut menyambar dahan dan ranting pohon hingga menyebabkan mereka roboh. Warga pun mendokumentasikan kejadian tersebut, yang nahasnya malah ikut tertimpa dahan dan ranting pohon yang terhempas angin helikopter.

Dikutip dari Kumparan, warga bernama Garnisun (22) lah yang merekam detik-detik "tragedi" helikopter. "Iya itu yang midio suami saya, Garnisun," ujar Adelia (22), Rabu (17/11).

Adelia mengaku sengaja datang ke Stadion Uwes Qorni bersama suaminya untuk melihat helikopter sekaligus kedatangan Jokowi. "Dari rumah ke stadion emang deket, dari sebelum hari H udah lihat pas latihan. Dan itu aman-aman aja. Dan nenek emang ngewarung di situ, di GOR-nya," sambung Adelia.

Tak disangka helikopter yang digunakan ternyata berbeda, lebih besar sehingga memicu timbulnya hempasan angin yang lebih kencang. "Itu deket banget. Sadar-sadar ketimpa pohon, saya, saudara saya yang masih tiga tahun dan suami yang ketimpa. Suami saya yang lagi midio ketimpa," imbuhnya.


Akibat peristiwa itu, warung milik neneknya rusak parah. "Asbes warung nenek rusak parah, ambruk," jelas Adelia.

"Saya kena (pohon) di leher belakang, sama luka bengkak di pundak. Suami saya juga memar. Adik saya yang 3 tahun kepalanya berdarah," tuturnya melanjutkan. "Diobatin sama tim medis yang ada di situ, sama betadine saja."

Insiden yang disebabkan hempasan angin baling-baling helikopter Jokowi ini pun dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizky. Menurutnya tidak ada yang terluka parah dalam peristiwa ini, meski sebuah warung ikut ambruk karenanya.

"Jadi begini. Kan sudah diberi tahu, Pemda sudah antisipasi, kedatangannya bukan heli kecil tapi Super Puma," terang Febby kepada Detik News. "Kami sudah antisipasi, kami bilang ke penghuni di lingkungan stadion untuk tutup dulu, takutnya ada kejadian. Kita udah bilang, Bupati sendiri yang langsung ke kios."

Namun antusiasme warga rupanya begitu tinggi dan tetap mendekat ke stadion. "Pas heli mendekat itu kejadian yang ada di video. Sorenya kita cek ada 3 orang kena dahan, sudah diobati," pungkasnya.

Pemerintah setempat pun segera menuju ke lokasi untuk musyawarah dengan warga setempat yang menjadi korban. Termasuk untuk membicarakan soal bantuan bagi kios yang atapnya rusak akibat hempasan angin helikopter.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait