Angka Kematian COVID-19 Di Jerman Perdana Lampaui 100 Ribu, Pasar Natal Digelar Sangat Hati-Hati
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jerman menjadi salah satu negara di Eropa yang mengalami lonjakan kasus COVID-19. Akibatnya, pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan agar tidak kembali memicu lonjakan kasus.

WowKeren - Seperti yang diketahui, angka COVID-19 di sejumlah negara di Eropa belakangan ini mengalami lonjakan cukup signifikan. Salah satunya adalah Jerman.

Pada Kamis (25/11), angka resmi yang dirilis menunjukkan bahwa Jerman menjadi negara terbaru terkait dengan angka kematian akibat COVID-19 yang melampaui 100 ribu kasus sejak pandemi dimulai. Badan Pengendalian penyakit Jerman mengatakan bahwa pihaknya mencatat 351 kematian tambahan sehubungan dengan virus COVID-19 selama 24 jam terakhir, sehingga total kasus menjadi 100.119.

Di Eropa sendiri, Jerman menjadi negara kelima yang melewati angka kasus kematian sebanyak 100 ribu kasus. Adapun empat negara lainnya adalah Rusia, Inggris, Italia, dan Prancis.

Melansir AP News, Institut Robert Koch yang merupakan sebuah badan federal yang mengumpulkan data dari sekitar 400 kantor kesehatan regional, mengatakan bahwa Jerman juga telah mencatat rekor untuk kasus COVID-19 yang dikonfirmasi setiap hari yakni 75.961 dalam periode 24 jam. Sejak pandemi dimulai di Jerman, sudah memiliki lebih dari 5,57 juta kasus COVID-19.


Menanggapi lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Jerman, mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan agar tidak terus menerus meningkat. Pada Rabu (24/11), pemerintah mengumumkan pembentukan kelompok ahli permanen baru untuk memberi nasihat kepada para pejabat tentang cara mengatasi pandemi.

Sementara itu, mengingat di Eropa saat ini tengah mengalami lonjakan kasus COVID-19, maka pasar Natal yang selalu digelar menjelang perayaan Hari Raya Umat Kristiani itu dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian. Adapun pasar ini berlangsung di kota Jerman tengah, Frankfurt.

Banyak masyarakat yang merasa tidak nyaman menghadiri Pasar Natal Frankfurt kali ini lantaran banyaknya peraturan mengenai protokol kesehatan yang diterapkan. Salah satunya adalah saat hendak menuju pedagang sosis dan kebab yang mengepul, petugas keamanan memeriksan sertifikat vaksinasi COVID-19, kemudian pelanggan baru diizinkan untuk masuk.

Meski demikian, keadaan tersebut diketahui masih jauh lebih beruntung dibandingkan dengan negara Eropa lainnya yang tidak bisa menikmati hiburan jelang perayaan Natal lantaran kebijakan pembatasan COVID-19 di negaranya.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts