Tahun lalu, gelar kota termahal untuk ditinggali dipegang bersama-sama oleh Paris, Hong Kong dan Zurich. Tahun ini, Paris berada di urutan kedua bersama Singapura. Zurich dan Hong Kong menyusul di bawahnya.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 01 Desember 2021 - 14:53 WIB
WowKeren - Tel Aviv di Israel kini menjadi kota termahal di dunia untuk ditinggali menurut sistem peringkat otoritatif yang disusun oleh Economist Intelligence Unit (EIU). Posisi Tel Aviv naik lima tempat ke peringkat pertama berkat kenaikan inflasi yang cepat hingga menaikkan biaya berbagai macam barang dan jasa di seluruh dunia imbas pandemi virus corona.
Gelar kota termahal untuk ditinggali yang didapat Tel Aviv ini sebagian disebabkan oleh kekuatan mata uang shekel terhadap dolar, serta kenaikan harga untuk transportasi dan bahan makanan. Tel Aviv menjadi kota termahal kedua untuk alkohol dan transportasi. Kota tersebut juga menduduki posisi termahal kelima untuk perawatan pribadi, dan keenam untuk rekreasi.
Tel Aviv juga masuk dalam posisi tiga besar di 10 kategori pengeluaran utama EIU. Skor indeksnya naik 5 poin dibanding tahun lalu. Dislokasi Israel saat pulih dari dampak lockdown yang diberlakukan karena pandemi tahun ini memainkan peran besar dalam perombakan peringkat.
Tahun lalu, gelar kota termahal untuk ditinggali dipegang bersama-sama oleh Paris, Hong Kong dan Zurich. Tahun ini, Paris berada di urutan kedua bersama Singapura. Zurich dan Hong Kong menyusul di bawahnya.
Setelah itu, New York ada di urutan keenam sedangkan Jenewa di urutan ketujuh. Adapun Kopenhagen, Los Angeles, dan Osaka juga masuk urutan 10 besar.
Harga energi dan makanan telah meroket di beberapa negara berkat pembatasan perdagangan, kekurangan tenaga kerja dan kemacetan rantai pasokan yang sedang berlangsung. Menurut survei, biaya rata-rata satu liter bensin tanpa timbal telah melonjak sebesar 21 persen.
Data 50.000 barang dan jasa di 173 kota dikumpulkan pada bulan Agustus dan September seiring dengan kenaikan harga barang dan komoditas. Rata-rata, harga naik 3,5 persen dalam mata uang lokal, ini merupakan tingkat inflasi tercepat yang tercatat selama lima tahun terakhir. Survei tersebut mencakup biaya sewa, tetapi tidak memperhitungkan harga properti.
"Kami dapat dengan jelas melihat dampaknya pada indeks tahun ini, dengan kenaikan harga bensin yang sangat mencolok," ujar Upasana Dutt yang merupakan kepala biaya hidup dunia di EIU.
(wk/Bert)