Jepang Mulai Berikan Suntikan Booster Vaksin COVID-19 Usai Konfirmasi Kasus Varian Omicron Pertama
Dunia

Pada Rabu (1/12) hari ini, Jepang mulai memberikan suntikan vaksin COVID-19 dosis ketiga alias booster kepada orang yang menerima dosis kedua setidaknya delapan bulan lalu.

WowKeren - Jepang baru saja mengkonfirmasi kasus COVID-19 Varian Omicron pertamanya pada Selasa (30/11) kemarin. Pada Rabu (1/12) hari ini, Jepang mulai memberikan suntikan vaksin COVID-19 dosis ketiga alias booster kepada orang yang menerima dosis kedua setidaknya delapan bulan lalu.

Booster Vaksin COVID-19 Pfizer/BioNTech ini diberikan kepada tenaga kesehatan di seluruh Jepang. Sedangkan kalangan lansia dan warga lainnya diperkirakan mulai menerima booster vaksi COVID-19 pada Januari 2022 mendatang untuk mencegah penyebaran infeksi dan gejala parah.

Pemerintah Jepang memutuskan untuk memberi booster vaksin COVID-19 usai menemukan bahwa kekebalan yang diinduksi vaksin terhadap infeksi berkurang seiring waktu. Meski masih belum jelas seberapa efektif suntikan booster terhadap Varian Omicron, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida telah memutuskan bahwa negaranya akan bergabung dengan negara lain dalam memberikan suntikan booster sesuai jadwal.

Di bawah kebijakan saat ini di Jepang, individu berusia 18 tahun atau lebih akan memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan booster. Sedangkan mereka yang berisiko lebih tinggi mengalami gejala parah, seperti lansia atau mereka yang bekerja dalam profesi berisiko tinggi akan didorong untuk mendapatkan suntikan booster.


Sejauh ini, persetujuan untuk program booster baru diberikan kepada Vaksin COVID-19 Pfizer. Pemerintah Jepang menambahkan bahwa vaksin booster bisa berupa merek yang berbeda dari dua dosis sebelumnya.

Seiring dengan dimulainya program booster vaksinasi COVID-19 ini, suntikan dosis pertama dan kedua akan terus diberikan kepada orang-orang yang belum divaksinasi di negara tersebut. Menurut pemerintah, Jepang telah menginokulasi lebih dari 75 persen populasinya dengan dua suntikan COVID-19.

Di sisi lain, kasus pertama Varian Omicron di Jepang telah menimbulkan kecemasan di kalangan pemilik bisnis atas penurunan ekonomi. Pasalnya, varian Omicron membuat para pemilik bisnis kembali dibayangi ancaman pembatasan.

Koichiro Sakaue yang merupakan direktur perusahaan produksi pertanian Sakaue di Prefektur Kagoshima, mengatakan usahanya telah mengalami kekurangan tenaga kerja karena pembatasan perbatasan yang ada. "Kalau lebih ketat, technical trainee dari Vietnam tidak bisa masuk ke Jepang lagi," ujar Sakaue.

Kekhawatiran atas varian tersebut diketahui telah mendorong sejumlah negara untuk memperketat pembatasan perjalanan. Jepang sendiri menutup perbatasannya untuk pendatang baru orang asing mulai Selasa (30/11). Jepang juga mengharuskan warga negara serta orang asing yang berstatus penduduk dan baru kembali dari daerah berisiko tinggi untuk menghabiskan 10 hari dari total 14 hari masa isolasi mereka di fasilitas yang ditunjuk pemerintah.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait