COVID-19 Omicron 'Dimana-Mana', Kini AS dan Prancis Ikut Konfirmasi Kasus Pertama
Dunia

Amerika Serikat mengonfirmasi pasien pertama varian Omicron yang baru kembali dari Afrika Selatan. Sedangkan pasien pertama COVID-19 Omicron di Prancis baru kembali dari Nigeria.

WowKeren - Semakin banyak negara yang mengonfirmasi temuan kasus positif COVID-19 varian Omicron (B.1.1.529). Bermula dari negara-negara di selatan Afrika, kini kasus sudah menyebar sampai ke daratan Amerika dan Eropa.

Yang terbaru, Amerika Serikat dan Prancis mengonfirmasi kasus perdana COVID-19 Omicron. Pada Rabu (1/12), Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) melaporkan kasus COVID-19 Omicron pertama, dialami oleh seseorang yang baru kembali dari Afrika Selatan pada 22 November 2021.

CDC menyebut sang pasien sudah menerima vaksin COVID-19 dosis penuh dan mengalami gejala ringan. "Pasien sedang menjalani karantina mandiri dan semua kontak eratnya sudah dites, hasilnya negatif," ujar Kepala Pejabat Badan Penyakit Menular AS, Dr Anthony Fauci, di Gedung Putih.

"Kita tahu bahwa hanya perkara waktu hingga kasus pertama Omicron dideteksi di Amerika Serikat," imbuh Fauci, dikutip pada Kamis (2/12). Karena itulah, Fauci mendorong masyarakat untuk segera divaksinasi dan senantiasa memakai masker saat di ruang tertutup atau lokasi padat kerumunan.


Pasien yang bersangkutan saat ini menjalani karantina mandiri di California dan terpantau terus membaik setiap harinya. Walau CDC merasa bersyukur dengan kondisi tersebut, Fauci meminta masyarakat jangan langsung mengambil kesimpulan soal kemampuan Omicron memicu tingkat keparahan gejala COVID-19.

Di sisi lain, Prancis juga mengonfirmasi kasus pertama COVID-19 Omicron. Lebih tepatnya pasien ini berasal dari Ile de France di bagian utara Prancis dan dilaporkan baru saja kembali dari Nigeria.

Media BFM TV mengutip laporan dari otoritas kesehatan lokal dan terungkap sang pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala pada 25 November 2021. "Varian Omicron terdeteksi di Ile de France: seorang pria yang baru kembali dari Nigeria dites positif," demikian kutipan pemberitaan BFM TV.

Konfirmasi ini datang tidak lama setelah penasihat ilmiah top Prancis, Jean-Francois Delfraissy, menyatakan bahwa hanya perlu menunggu waktu hingga Omicron secara progresif akan mengambil alih gelombang Delta. Delfraissy memastikan pemerintah akan berjuang sekuat tenaga untuk mengatasi COVID-19 Omicron tanpa lockdown.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait