Selain vaksin, obat untuk melawan COVID-19 yang selalu bermutasi terus dikembangkan. Termasuk GSK yang mengklaim hasil uji praklinis Sotrovimab milik mereka mampu melawan varian Omicron.
- Elvariza Opita
- Selasa, 07 Desember 2021 - 14:07 WIB
WowKeren - COVID-19 akibat infeksi varian Omicron terus meresahkan dunia menyusul semakin luasnya negara yang sudah terinfeksi. Yang terbaru, India hingga Finlandia juga telah mengonfirmasi kasus perdana COVID-19 Omicron.
Bukan hanya vaksin, obat pun terus dikembangkan demi menghadapi varian Omicron. Termasuk perusahaan farmasi Inggris GlaxoSmithKline (GSK) berkolaborasi dengan Vir Biotechnology mengembangkan Sotrovimab yang berdasarkan data uji praklinis menunjukkan hasil yang baik melawan varian Omicron.
Sotrovimab sendiri merupakan sebuah antibodi monoklonal. Dalam uji praklinisnya, Sotrovimab menunjukkan aktivitas yang baik dan berkelanjutan terhadap semua varian COVID-19 yang menjadi sorotan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Hasil uji praklinis ini masih akan ditindaklanjuti di tahap uji pseudovirus in vitro. Harapannya bisa diketahui kemampuan Sotrovimab dalam menghadapi semua kombinasi mutasi yang ditemukan di virus Corona varian Omicron, dengan target pembaruannya pada akhir 2021.
CEO Vir Biotechnology, George Scangos Ph.D., menegaskan bahwa Sotrovimab memang dikembangkan spesifik untuk menghadapi virus SARS-CoV-2 yang bermutasi. "Dengan menargetkan wilayah protein duri (spike protein) yang sangat terlindungi dan cenderung tidak bermutasi," tutur Scangos, dikutip dari AP News, Kamis (2/12).
Dengan menarget bagian tersebut, Scangos berharap Sotrovimab bisa lebih adaptif dalam menghadapi berbagai varian COVID-19 yang mungkin muncul di masa depan. Hipotesis bahwa prinsip kerja Sotrovimab membuatnya bisa melawan COVID-19 spektrum luas pun, menurut Scangos, sudah terbukti dengan baik.
"Hipotesis ini telah terbukti berulang kali, dengan kemampuannya yang terus-menerus mempertahankan aktivitas terhadap semua varian yang menjadi perhatian dan banyak diuji saat ini," terang Scangos. "Termasuk mutasi kunci yang ditemukan di Omicron sebagaimana ditunjukkan oleh data hasil uji praklinis."
"Kami berharap tren positif ini bisa terus berlanjut dan bekerja dengan cepat mengonfirmasi aktivitasnya terhadap rangkaian kombinasi penuh Omicron," lanjutnya. Hal senada juga disampaikan oleh CSO dan Presiden R&D GSK, Dr Hal Barron yang menekankan pentingnya pengembangan obat berkelanjutan.
"Meskipun masih awal, data praklinis menunjukkan potensi Sotrovimab untuk mempertahankan aktivitasnya saat virus Corona terus bermutasi. Kami senang bahwa opsi perawatan ini tersedia untuk pasien di AS dan banyak negara lain, dan kami sedang berupaya untuk memperluas akses ke seluruh dunia," pungkas Barron.
(wk/elva)