Buntut dari merebut kekuasaan yang dilakukan oleh Taliban di Aghanistan dan Junta Militer Myanmar itu memicu kegeraman dari PBB. Akibatnya, PBB saat ini memutuskan keduanya saat ini tidak masuk keanggotaan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 07 Desember 2021 - 14:26 WIB
WowKeren - Pada Rabu (1/12), Komite Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diketahui menunda keputusan tentang siapa yang akan menjadi perwakilan dari Afghanistan dan Myanmar di PBB. Sementara itu, Ketua Panel menyebutkan bahwa dengan begitu Taliban Afghanistan dan junta militer Myanmar tidak akan diizinkan masuk ke dalam PBB untuk saat ini.
Hal tersebut merupakan imbas dari sikap dari Taliban dan junta militer Myanmar yang merebut kekuasaan pemimpin di negaranya. Apabila PBB masih menerima keduanya sebagai anggotanya, hal ini dikhawatirkan akan dinilai publik sebagai pengakuan internasional yang juga memang diinginkan keduanya.
Di lain sisi, Komite kredensial PBB beranggotakan sembilan negara yang meliputi Rusia, Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS) itu bertemu di markas besar PBB untuk mempertimbangkan kredensial semua 193 anggota untuk sesi Majelis Umum PBB saat ini. Beberapa diplomat mengatakan bahwa komite kemungkinan akan menunda keputusannya mengenai hal tersebut.
Sementara itu, Ketua Komite, Duta Besar Swedia untuk PBB Anna Karin Enestrom mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan telah ditunda. Tetapi, ia enggan berkomentar lebih lanjut mengenai apakah duta besar saat ini untuk Afghanistan dan Myanmar masih akan mewakili negara mereka.
Lebih lanjut, komite yang juga mencakup Bahama, Bhutan, Chili, Namibia, Sierra Leone dan Swedia, akan mengirimkan laporan tentang kredensial semua anggota ke Majelis Umum PBB untuk disetujui sebelum akhir tahun. Para diplomat itu menuturkan bahwa baik komite maupun Majelis Umum secara tradisional membuat keputusan tentang kredensial melalui konsensus.
Sebagai informasi, Taliban sebelumnya diketahui telah merebut kekuasaan di Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu. Dalam pertemuan PBB, Taliban rencananya bakal mencalonkan Juru Bicaranya yang berbasis di Doha yakni Suhail Shaheen sebagai duta besar Afghanistan untuk PBB. Sementara duta besar sebelumnya yakni Ghulan Isaczai juga telah meminta untuk tetap menduduki jabatannya.
Mengingat Taliban saat ingin diakui di mata dunia, maka Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres mengatakan bahwa keinginan tersebut bisa digunakan untuk menekan mereka agar menciptakan pemerintahan yang inklusif dan menghormati hak-hak masyarakat, khususnya bagi perempuan di Afghanistan.
(wk/tiar)