WHO Peringatkan Dunia Varian Baru COVID-19 Sebagai 'Racun', Minta Lakukan Pencegahan
Dunia

Belakangan ini, dunia digegerkan dengan varian baru COVID-19 Omicron yang dinilai tingkat penularannya sangat cepat. Bahkan WHO menyebut kemunculan varian baru COVID-19 sebagai 'racun' dunia.

WowKeren - Munculnya varian baru COVID-19 seperti yang terjadi baru-baru ini, membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan kepada dunia. WHO menyebut bahwa dengan munculnya varian baru COVID-19 itu bisa menjadi "racun" bagi dunia.

Pada Rabu (1/12), WHO memperingatkan dengan adanya varian Omicron yang mulai menyebar di banyak negara, menandakan bahwa dunia tengah menciptakan kondisi "beracun". Selain itu, WHO juga mengatakan dengan kombinasi cakupan vaksinasi COVID-19, pengujian, pelacakan virus yang rendah, itu semakin menjadikan dunia sebagai tempat berkembang biak yang subur.

Maka dari itu, WHO menekankan bahwa langkah-langkah yang selama ini telah diterapkan dunia dalam melawan varian Delta, itu juga akan berguna untuk memerangi varian Omicron. Seperti yang diketahui, varian ini tengah menjadi sorotan dunia lantaran dinilai sangat cepat menular.


"Kita perlu menggunakan alat yang sudah kita miliki untuk mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa dari Delta, dan jika kita melakukan itu, kita juga akan mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa dari Omicron," terang Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers. "Tetapi jika negara dan individu tidak melakukan apa yang perlu mereka lakukan untuk menghentikan transmisi Delta, mereka juga tidak akan menghentikan Omicron."

Menurut Tedros, secara global, WHO menilai adanya campuran "beracun" dari cakupan vaksin COVID-19 yang rendah, sehingga muncul memicu munculnya varian baru. Selain itu, pengujian dan pelacakan COVID-19 yang rendah pun juga mempengaruhinya.

"Itulah mengapa kami terus mendesak negara-negara untuk memastikan akses yang adil ke vaksin, tes, dan terapi di seluruh dunia," tegas Tedros.

Sebagai informasi, varian baru COVID-19 Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November lalu. Sementara untuk kasus pertama yang dikonfirmasi laboratorium diidentifikasi dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November 2021.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait