Tim peneliti gabungan berhasil mengidentifikasi dugaan penyebab vaksin COVID-19 AstraZeneca memicu terjadinya efek samping yang sangat langka berupa pembekuan darah.
- Elvariza Opita
- Selasa, 07 Desember 2021 - 14:51 WIB
WowKeren - Ada beragam merek vaksin COVID-19 di dunia, disesuaikan dengan platform apa produk tersebut dikembangkan. Salah satunya Oxford/AstraZeneca yang sempat menjadi sorotan karena memicu terjadinya pembekuan darah.
Meski tingkat efikasi vaksin cukup tinggi, namun efek samping sangat langka berupa pembekuan darah tetap menjadi perhatian para peneliti. Hingga yang terbaru peneliti sudah berhasil menemukan pemicu terjadinya pembekuan darah sangat langka tersebut.
Adalah peneliti dari Cardiff dan Amerika Serikat yang berhasil menemukan dugaan penyebab vaksin AstraZeneca memicu pembekuan darah. Rupanya hal ini berkaitan dengan adenovirus, vektor utama vaksin AstraZeneca, yang berikatan dengan protein spesifik dalam darah yang dikenal sebagai faktor trombosit 4 (PF4).
Ikatan spesifik yang terbentuk inilah yang memicu reaksi berantai dalam sistem kekebalan yang berujung pada terjadinya pembekuan darah. Kondisi ini kemudian dikenal sebagai trombositopenia trombotik imun yang diinduksi vaksin (VITT).
"VITT hanya terjadi dalam kasus yang sangat langka karena diperlukan rantai reaksi yang sangat kompleks," tutur Profesor Alan Parker dari School of Medicine Universitas Cardiff. Parker berharap agar hasil penelitian mereka bisa dijadikan dasar pengembangan terapi terkait.
"Data kami mengonfirmasi PF4 bisa berikatan dengan adenovirus, langkah penting yang mendasari terjadinya VITT," jelas Parker. "Memahami mekanisme (terjadinya VITT) bisa membantu mencegah dan mengobati gangguan yang terjadi."
"Kami berharap temuan kami dapat digunakan untuk lebih memahami efek samping langka dari vaksin ini," sambung Parker, dikutip dari The Guardian, Jumat (3/12). "Dan berpotensi untuk merancang vaksin baru dan lebih baik untuk menghadapi gelombang pandemi global yang terjadi."
Riset ini juga diikuti oleh peneliti AstraZeneca dan hasilnya dipublikasikan di jurnal ilmiah Science Advances. AstraZeneca pun sangat mengapresiasi hasil penelitian tersebut, demikian disampaikan kepada BBC.
"Meskipun penelitian ini tidak definitif, ini menawarkan wawasan menarik (soal efek samping vaksin AstraZeneca)," ujar seorang juru bicara perusahaan. "AstraZeneca sedang mencari cara untuk memanfaatkan temuan ini sebagai bagian dari upaya kami untuk menghilangkan efek samping yang sangat langka ini."
(wk/elva)