Uni Afrika Minta Semua Tetap Tenang Hadapi Omicron
Dunia

Varian omicron pertama kali dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) oleh Afrika Selatan seminggu yang lalu. Varian ini dengan cepat muncul di seluruh benua.

WowKeren - Varian omicron yang kian menyebar di sejumlah wilayah di dunia tak dipungkiri telah memicu kekhawatiran. Namun, Pengawas Kesehatan Uni Afrika meminta publik untuk tetap tenang dan tidak panik.

Varian ini telah mendorong banyak negara untuk memberlakukan kebijakan pembatasan baru, terutama terhadap negara Afrika Selatan, di mana varian ini pertama kali terdeteksi, dan negara-negara tetangga di sekitarnya.

Varian ini pertama kali dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) oleh Afrika Selatan seminggu yang lalu. Varian ini dengan cepat muncul di seluruh benua, memperdalam ketakutan akan gelombang infeksi mematikan lainnya.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) John Nkengasong pada Kamis (2/12) mendesak moderasi. Ia yakin bahwa situasi ini dapat ditangani dengan baik.


"Kami sangat prihatin tetapi tidak khawatir bahwa situasinya tidak dapat ditangani," katanya dalam konferensi pers. "Tidak perlu panik. Kita bukan tidak memiliki pertahanan."

CDC Afrika mengatakan telah mempersiapkan "untuk waktu yang lama" untuk kemungkinan varian baru dan berada di posisi yang menguntungkan untuk menahan lonjakan kasus. Varian omicron telah dilaporkan di empat negara Afrika, termasuk Afrika Selatan, Ghana, Nigeria dan Botswana.

Ia menambahkan bahwa varian omicron akan menjadi hadirnya gelombang keempat di benua Afrika. Ia juga menyebut bahwa vaksin juga tersalurkan dengan baik di negara itu. "Kami tahu bagaimana mengerahkan responden cepat, kami tahu bagaimana memberikan intervensi yang diperlukan," katanya.

Afrika membutuhkan sekitar 1,5 miliar dosis vaksin untuk mengimunisasi 60 persen penduduknya dan mencapai beberapa tingkat kekebalan kelompok. Sejauh ini, benua tersebut telah menerima sekitar 400 juta dosis. Penyerapan vaksin di benua itu relatif rendah. Baru 7 persen dari populasinya yang berjumlah 1,2 miliar telah divaksinasi.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait