Di tengah ancaman varian baru COVID-19 Omicron membuat negara di dunia memberlakukan pencegahan. Salah satunya adalah mewajibkan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakatnya.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 07 Desember 2021 - 15:47 WIB
WowKeren - Pada Kamis (2/12), Jerman mengumumkan akan memberlakukan penguncian nasional atau lockdown bagi masyarakat yang belum divaksinasi COVID-19. Adapun pengumuman ini dilakukan kurang dari dua pekan setelah Jerman mengumumkan keadaan "darurat nasional".
Jerman melarang masyarakat yang belum divaksinasi memasuki sebagian besar ruang publik, dengan pengecualian layanan penting seperti toko kelontong atau apotek. Selain itu, Jerman juga akan bergerak menuju vaksinasi wajib yang bisa saja dimulai segera usai Februari.
Dengan begitu, artinya bahwa aturan baru itu hanya memperbolehkan masyarakat tidak divaksinasi COVID-19 bertemu dua orang dari rumah tangga lain. Sementara untuk masyarakat yang diizinkan memasuki ke sebagian besar bisnis adalah yang sudah divaksinasi atau baru pulih dari COVID-19.
Lebih lanjut, Jerman juga mengharuskan bar dan klub malam di daerah dengan kejadian atau angka kasus COVID-19 di atas 350 kasus per 100 ribu, maka diminta untuk tutup dan membatasi jumlah orang yang diizinkan menghadiri pertemuan besar di luar ruangan seperti acara olahraga salah satunya.
Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel yang akan keluar dari jabatannya itu bersama dengan penggantinya Olaf Scholz membuat pengumuman mengenai pengendalian COVID-19 di tengah bayang-bayang gelombang baru yang disebut paling parah menghantamnya sejauh ini. "Gelombang keempat harus dipatahkan dan ini belum tercapai, mengingat situasinya, saya pikir tepat untuk mengadopsi vaksinasi wajib," tutur Merkel dalam konferensi pers.
Melansir UPI mandat wajib vaksinasi COVID-19 di Jerman itu disebut perlu mendapatkan persetujuan dari parlemen negara tersebut. Sejauh ini, tingkat vaksinasi penuh di Jerman mencapai 68,6 persen. Angka ini masih berada di bawah target yakni 75 persen.
Sementara itu, dalam periode 24 jam di hari Kamis (2/12), Jerman kembali melampaui 70 ribu kasus baru. Sementara itu, Jerman juga telah melaporkan kasus pertaman varian Omicron pada pekan lalu.
(wk/tiar)