Pemerintah AS saat ini diketahui masih berfokus untuk memerangi varian Delta. Sementara itu, varian baru COVID-19 Omicron juga mulai menyebar ke banyak negara, termasuk AS.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 07 Desember 2021 - 16:17 WIB
WowKeren - Negara di dunia saat ini tengah menyoroti varian baru COVID-19 yang secara resmi pertama kali ditemukan di Afrika Selatan yakni Omicron. Varian ini bahkan disebut memiliki tingkat penyebaran yang sangat tinggi.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga langsung mengklasifikasikan varian Omicron itu sebagai varian yang mengkhawatirkan atau Variant of Concern (VoC). Di kala semua mata dunia tertuju pada varian Omicron, Amerika Serikat (AS) masih fokus untuk memerangi mutasi COVID-19 sebelumnya yakni varian Delta.
Direktur Pusat Pengendelalian dan Pencegahan Penyakit negara bagian di Maine, Dr. Nirav Shah menyebut varian Omicron sebagai percikan api, sementara varian Delta adalah api yang telah berkobar. "Omicron adalah percikan yang ada di cakrawala, varian Delta adalah api yang ada di sini hari," tutur Nirav Shah.
Melansir AP News, Nirav Shah menuturkan bahwa ada sekitar 334 orang berada di rumah sakit akibat COVID-19 pada pertengahan minggu. Ia menuturkan bahwa hal ini sebelumnya belum pernah terjadi.
Sejauh ini, AS telah mencatat infeksi Omicron pertama yang dikonfirmasi pada Rabu (1/12). Adapun varian ini terjadi pada pelancong yang pernah ke Afrika Selatan. Kemudian pada Kamis (2/12), beberapa kasus Omicron itu ditemukan lagi di lima wilayah New York City dan masing-masing satu di Minnesota, Hawaii dan Colorado dalam keadaan yang menunjukkan varian telah mulai menyebar di AS.
Akan tetapi, masih ada banyak hal yang tidak diketahui tentang karakteristik varian Omicron itu sendiri. Termasuk mengenai keganasan, apakah lebih menular dari varian sebelumnya atau justru sebaliknya, menurunkan efikasi vaksinasi COVID-19, atau bahkan lebij mudah menembus kekebalan yang didapat oleh penyintas. Hingga saat ini WHO diketahui masih belum mengkaitkan kematian apapun dengan Omicron.
Sementara mengenai varian Delta, hingga kini masih menjadi kasus yang menyumbang ke hampir semua kasus di AS. Akibatnya, hal ini terus menimbulkan kesengsaraan pada banyak rumah sakit yang berjuang dengan kekurangan perawat, sementara tumpukan pasien yang menjalani prosedur telah ditunda di awal pandemi.
Belum selesai dengan varian Delta, kemunculan varian Omicron ini dikhawatirkan akan semakin membuat penumpukan pasien COVID-19 di rumah sakit. Maka dari itu, pemerintah AS diketahui mempersiapkan kebijakan agar hal tersebut tidak terjadi.
(wk/tiar)