WHO Tegaskan Travel Ban Tak Efektif Cegah Penularan Varian Omicron ke Negara-Negara
pixabay.com/Ilustrasi/padrinan
Dunia

WHO setuju dengan pandangan pakar penyakit menular AS Anthony Fauci, yang mengatakan bahwa travel ban mungkin dapat dimanfaatkan untuk mengulur waktu penyebaran.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (2/12) kembali buka suara mengenai larangan perjalanan atau travel ban yang dilakukan oleh sejumlah negara untuk mencegah penyebaran varian omicron. Juru bicara Dr. Margaret Harris mengatakan bahwa travel ban tidak akan membuat negara-negara terhindar dari penyebaran varian baru tersebut.

Namun, mereka setuju dengan pandangan pakar penyakit menular terkemuka di Amerika Serikat Dr. Anthony Fauci, yang mengatakan bahwa travel ban mungkin dapat dimanfaatkan untuk mengulur waktu penyebaran. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa biasanya ketika negara-negara mulai sadar adanya risiko penularan kasus yang dibawa dari luar negeri, itu sudah terlambat.

"Dr. Fauci benar bahwa jika Anda melakukan sesuatu yang drastis seperti larangan bepergian, gunakan dengan baik untuk mengulur waktu," kata Harris. "Tapi kami tahu bahwa itu tidak akan mencegah kasus keluar. Biasanya, pada saat negara-negara sadar bahwa ada risiko impor, itu sudah terjadi."


Oleh sebab itu, durasi larangan bepergian harus digunakan untuk meningkatkan pengawasan. Beberapa di antaranya termasuk melihat bagaimana dan di mana orang akan diuji, dan apa yang akan terjadi ketika ada kasus positif. Travel ban juga harus dimanfaatkan untuk melihat bagaimana situasi di rumah sakit, bagaimana vaksinasi dapat dipercepat, dan bagaimana untuk menasihati orang dan membantu mereka melindungi diri mereka sendiri.

WHO melihat bahwa larangan bepergian justru dapat berdampak pada ekonomi negara-negara yang terimbas. Namun lebih dari itu, travel ban semacam ini juga bisa menghambat penyebaran materi ilmiah yang justru amat diperlukan untuk menangani wabah.

"Alasan kami tidak tertarik pada larangan bepergian bukan hanya karena itu merugikan negara-negara tempat Anda menutup perbatasan," tegasnya. "Tetapi juga membatasi penyebaran hal-hal penting seperti materi ilmiah yang Anda butuhkan, persediaan kemanusiaan yang Anda butuhkan untuk menanggapi sesuatu seperti wabah ini."

Deteksi varian omicron telah dilaporkan di banyak negara. Badan kesehatan masyarakat Uni Eropa (UE) mengatakan pada hari yang sama bahwa varian ini dapat bertanggung jawab atas lebih dari setengah dari semua infeksi COVID-19 di Eropa dalam beberapa bulan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait