Bakal Kunjungi Myanmar, PM Kamboja Sebut Junta Militer Berhak Hadiri ASEAN
pixabay.com
Dunia

Sebelumnya, pada pertemuan ASEAN yang digelar pada Oktober lalu, sepakat untuk tidak mengundang junta militer Myanmar imbas kudeta yang dilakukannya. Namun, Kamboja tampaknya memiliki pandangan yang berbeda.

WowKeren - Pada Senin (6/12), Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Sen mengatakan bahwa ia akan mengunjungi Myanmar untuk melakukan pembicaraan dengan penguasa militernya. Selain itu, Hun Sen menyatakan bahwa para pejabat junta militer harus diundang ke pertemuan-pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Seperti yang diketahui, kedudukan Myanmar sebagai anggota dari 10 negara ASEAN saat ini tengah menjadi sorotan akibat dari kudeta yang dilakukannya sejak awal Februari lalu. Adapun bentuk kecaman keras dari tindakan pimpinan junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, pihaknya tidak diundang dalam pertemuan ASEAN beberapa waktu lalu.

Adapun alasan di balik tidak diundangnya junta milter ke pertemuan ASEAN itu lantaran juga mereka dianggap gagal mencapai konsensus. Akan tetapi, Hun Sen tampaknya memiliki pandangan berbeda, ia menyatakan bahwa Kamboja akan menjadi tuan rumah blok regional untuk tahun depan, dan perwakilan 10 negara diminta untuk datang.


"Ini adalah anggota keluarga ASEAN, mereka harus memiliki hak untuk menghadiri pertemuan," tutur Hun Sen dalam komentar saat upacara peresmian proyek konstruksi yang didanai oleh Tiongkok.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Myanmar yang ditunjuk oleh junta militer akan mengunjungi Kamboja dalam waktu dekat. Selain itu, Hun Sen juga menyatakan bahwa dalam sambutannya, ia kemungkinan mengunjungi Myanmar segera.

"Ada kemungkinan besar saya akan mengunjungi Naypyidaw untuk bertemu dengan Henderal Min Aung Hlaing untuk bekerja dengannya," papar Hun Sen. "Jika saya tidak bekerja dengan pimpinan, dengan siapa saya dapat bekerja?"

Mengenai ASEAN yang tidak mengundang Min Aung Hlaing dalam pertemuan beberapa waktu lalu, Hun Sen lantas mengatakan bahwa dalam Konvensi Lama ASEAN, disebutkan untuk tidak ikut campur dalam urusan internal masing-masing negara. Kemudian, ia menambahkan di bawah piagam ASEAN, tidak ada yang memiliki hak untuk mengusir anggota lain.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait