Pria warga negara Inggris bernama Graham George Spencer tersebut bahkan mengaku sempat berpikir dirinya akan mati kala diserang oleh sekawanan berang-berang itu.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 10 Desember 2021 - 20:51 WIB
WowKeren - Seorang pria Inggris diserang oleh sekawanan berang-berang di sebuah taman di Singapura. Pria bernama Graham George Spencer tersebut bahkan sempat berpikir dirinya akan mati kala mengalami serangan tersebut.
Insiden ini terjadi pada 30 November 2021, kala Spencer keluar untuk berjalan-jalan pagi di kebun raya. Saat mendekati pintu masuk taman, Spencer melihat ada sekitar 20 ekor berang-berang yang melintasi jalan di depannya.
Kepada media The Straits Times, Spencer mengungkapkan bahwa hewan-hewan tersebut awalnya bergerak dengan tenang. Namun kawanan tersebut tiba-tiba "menjadi gila" setelah ada pria lain yang berlari ke arah mereka. Pelari tersebut dapat menghindari serangan berang-berang tersebut, sayangnya Spencer tidak seberuntung itu.
Menurut Spencer, kawanan tersebut menerjangnya dan menggigit pergelangan kaki, kaki, serta pantatnya. Hal ini menyebakan Spencer terjatuh.
"Saya sebenarnya berpikir saya akan mati – mereka akan membunuh saya," ujar Spencer dikutip pada Jumat (10/12).
Teman Spencer yang berjarak sekitar 15 langkah darinya lantas berlari sambil berteriak untuk menakut-nakuti kawanan tersebut. Dalam hitungan 10 detik, Spencer mengaku telah digigit berang-berang sebanyak puluhan kali.
"Saya digigit 26 kali dalam 10 detik. Jika bukan karena teman saya, saya tidak berpikir saya akan tetap berada di sini. Saya akan mati," katanya.
Spencer dan temannya kemudian berlari ke pusat pengunjung di taman tersebut dengan masih dikejar oleh berang-berang. Staf di pusat pengunjung sempat merawat beberapa luka Spencer, namun ia kemudian pergi ke rumah sakit Gleneagles terdekat di mana dia diberi suntikan tetanus dan antibiotik oral.
Spencer mengaku telah bolak-balik ke rumah sakit hingga tiga kali untuk mengobati luka-lukanya. Tagihan medis Spencer akibat serangan berang-berang tersebut mencapai $ 1.200. Setelah berbicara dengan perwakilan dari Singapore Botanic Gardens, Spencer dia diberitahu bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut.
(wk/Bert)