IOC Tak Menyesal Pilih Beijing Jadi Tuan Rumah Olimpiade Meski Banyak yang Memboikot
AFP
Dunia

Komite Olimpiade Internasional (IOC) menegaskan bahwa keputusan untuk memilih suatu negara sebagai tuan rumah sama sekali tidak berkaitan dengan tujuan politik tertentu.

WowKeren - Sejumlah negara yang beramai-ramai memboikot Olimpiade Beijing 2022 memang tengah menjadi pembicaraan. Negara-negara itu diketahui memutuskan untuk melakukan boikot diplomatik.

Itu artinya, mereka tetap mengirimkan atlet-atlet untuk bertarung memperebutkan medali namun enggan untuk mendatangkan pejabat pemerintah. Kendati demikian, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengatakan bahwa mereka tidak menyesali keputusan untuk memilih Beijing sebagai tuan rumah untuk gelaran olahraga tersebut.

Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh anggota senior IOC Dick Pound. Diketahui, Amerika Serikat (AS), Kanada, Inggris, dan Australia termasuk di antara negara-negara yang baru-baru ini mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing yang akan digelar pada Februari mendatang.

Alasan mereka melakukan boikot diplomatik berkaitan dengan catatan hak asasi manusia negara itu terutama terhadap etnis Uighur. Pound menegaskan kepada radio Jerman Deutschlandfunk bahwa tidak ada yang salah dari keputusan untuk memilih Tiongkok sebagai tuan rumah. Bahkan ia memuji Tiongkok sebagai negara terorganisir.


"Dalam arti memiliki negara tuan rumah yang dapat mengatur dan menyelenggarakan Olimpiade yang luar biasa dari perspektif Olimpiade, sama sekali tidak ada yang salah dengan Tiongkok," kata Pound. "Ini negara yang sangat bagus dan sangat terorganisir."

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keputusan IOC untuk memilih suatu negara sebagai tuan rumah sama sekali tidak berkaitan dengan tujuan politik tertentu. "Itu dilakukan atas dasar pentingnya negara sebagai negara olahraga dan kemampuannya untuk menyelenggarakan Olimpiade pada tingkat yang diharapkan dunia sekarang," lanjutnya.

Dia mengatakan Komite Penyelenggara Olimpiade Tiongkok juga telah setuju untuk mengizinkan para atlet berbicara secara bebas selama konferensi pers tentang isu-isu seperti perlakuan terhadap minoritas Muslim di wilayah Xinjiang. Yang mana, isu ini oleh pemerintahan Presiden AS Joe Biden disebut sebagai genosida.

Tentu saja, Tiongkok telah menyangkal semua pelanggaran hak asasi manusia. "Panitia penyelenggara telah memberikan jaminan bahwa akan ada kebebasan berbicara bagi para atlet," tambah Pound.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait