Kecam Tindakan Tiongkok, Menlu AS Janji Bakal Perdalam Hubungan Pertahanan dan Ekonomi Indo-Pasifik
AFP/Stephane De Sakutin
Dunia

Dengan berkunjungnya Menlu AS ke Indonesia, menandakan bahwa perjalanan ke negara ASEAN telah dimulai. Adapun dalam perjalanannya ini disebut membawa misi besar bagi Indo-Pasifik.

WowKeren - Seperti yang diketahui, Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken sebelumnya telah tiba di Indonesia. Adapun kunjungannya ke Indonesia ini diketahui awal dari perjalanannya mengunjungi negara ASEAN.

Dalam kunjungannya di Indonesia, Blinken mengatakan bahwa Washington akan memperluas hubungan militer dan ekonominya dengan negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik yang menurutnya semakin mengkhawatirkan akibat "tindakan agresif" Tiongkok.

Selain itu, selama kunjungannya di Indonesia, Blinken menggambarkan Indo-Pasifik sebagai kawasan paling dinamis di dunia dan mengatakan setiap orang memiliki kepentingan dalam memastikan status quo yang tanpa paksaan dan intimidasi, dalam referensi yang hampir tidak terselubung ke Tiongkok.

"Kami akan bekerja dengan sekutu dan mitra kami untuk mempertahankan tatanan berbasis aturan yang telah kami bangun bersama selama beberapa dekade untuk memastikan kawasan ini tetap terbuka dan dapat diakses," tutur Blinken dalam pidato di Universitas Indonesia (UI), Jakarta, Selasa (14/12).


Melansir Al Jazeera, Blinken juga menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk mempertahankan tatanan berbasis aturan bukanlah untuk menjatuhkan negara manapun. "Sebaliknya, ini untuk melindungi hak semua negara untuk memilih jalan mereka sendiri, bebas dari paksaan dan intimidasi," imbuh Blinken.

Adapun kunjungan Blinken ke Indonesia ini diketahui merupakan yang pertama kalinya, sejak Presiden Joe Biden menjabat pada Januari lalu. Perjalanan ini disebut memiliki tujuan untuk menopang hubungan setelah periode ketidakpastian tentang komitmen AS untuk Asia di bawah pemerintahan Donald Trump kala itu.

Setelah dari Indonesia, Blinken diketahui akan terbang ke negara ASEAN selanjutnya yakni Malaysia dan Thailand. Adapun salah satu agenda utamanya adalah melawan meningkatnya ketegasan Tiongkok di kawasan tersebut, khususnya di Laut China Selatan, Hong Kong, serta melawan Taiwan.

Hingga saat ini, Blinken bersikeras bahwa Washington tidak berusaha memaksa negara-negara untuk memilih antara AS dan Tiongkok, atau bahkan mencari konflik dengan negeri tirai bambu itu. Namun ia menyampaikan serangkaian keluhan tentang "tindakan agresif Beijing" dari "Asia Timur Laut ke Asia Tenggara dan dari Sungai Mekong ke Kepulauan Pasifik. "Negara-negara di kawasan ini ingin perilaku ini berubah, kami juga," ungkap Blinken.

"Kami bertekad untuk memastikan kebebasan navigasi di Laut China Selatan," ujar Blinken. "Itu juga mengapa kami memiliki kepentingan abadi dalam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait