COVID-19 Omicron, Ratu Elizabeth II Kembali Batalkan Agenda Makan Siang Pra-Natal Kerajaan Inggris
AFP
Dunia

Keputusan ini membuat agenda makan siang pra-Natal sudah dua kali ditiadakan. Padahal bila diselenggarakan, akan menjadi pertama kalinya Kerajaan Inggris berkumpul pasca meninggalnya Pangeran Philip.

WowKeren - Pandemi COVID-19 kembali membuat Kerajaan Inggris membatalkan agendanya. Kali ini yang dibatalkan adalah acara tradisional makan siang kerajaan sebelum Natal. Pembatalan ini otomatis membuat Kerajaan Inggris sudah meniadakan agenda makan siang pra-Natal selama 2 tahun berturut-turut.

Kali ini kekhawatirannya bukan hanya karena jumlah kasus COVID-19 yang tengah menanjak tetapi juga karena varian Omicron, demikian disampaikan Sky News dan Britain's ITV. Apalagi karena varian yang bermula dari negara-negara di selatan Afrika ini sudah menyebar luas di Inggris. Menurut Ratu Elizabeth II, menyelenggarakan agenda berkumpul di tengah kenaikan kasus positif COVID-19 adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai informasi, Ratu Elizabeth II biasanya menjadi tuan rumah acara makan siang kerajaan yang digelar sebelum Natal, termasuk Pangeran Charles dan istrinya Camilla. Bila jadi digelar, agenda makan siang ini akan menjadi pertama kalinya para anggota Kerajaan Inggris berkumpul pasca meninggalnya Pangeran Philip pada April 2021 kemarin.


Biasanya para anggota Kerajaan Inggris akan mengikuti Ratu Elizabeth II menuju Istana Sandringham saat Malam Natal. Lalu pada Hari Natal, rombongan Ratu Elizabeth II akan berkunjung ke Gereja St. Mary Magdalene.

Namun tampaknya seluruh rangkaian aktivitas akan dibatalkan, atau setidaknya dibatasi lebih lanjut, karena tingginya angka kasus COVID-19 di Inggris saat ini. Apalagi karena Ratu Elizabeth II juga sudah membatalkan sejumlah kegiatan dalam beberapa pekan belakangan karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.

Di sisi lain, Badan Keamanan Kesehatan Inggris memperkirakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron di negara tersebut bisa mencapai 1 juta pada akhir Desember 2021. Hal ini bisa terjadi bila negara tidak mengintervensi dengan melakukan penyuntikan dosis ketiga vaksin alias booster untuk memberi perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat luas.

Namun Inggris pun tampaknya telah siap "hidup berdampingan" dengan virus Corona varian Omicron. Terbukti dari Inggris yang menghapus 11 negara dari red list, seperti Angola, Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambique, Namibia, Nigeria, Afrika Selatan, Zambia, dan Zimbabwe.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait