Angka kasus COVID-19 di AS diketahui masih terbilang cukup tinggi. Bahkan dengan adanya varian Omicron, disebut juga mempengaruhi kenaikan jumlah kasus di AS.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 17 Desember 2021 - 20:29 WIB
WowKeren - Hingga saat ini, Amerika Serikat (AS) masih dilanda pandemi COVID-19. Bahkan Presiden AS Joe Biden menyebut musim dingin sebagai "penyakit parah dan kematian" bagi mereka yang belum divaksinasi COVID-19.
Maka dari itu, Biden diketahui mendesak warga AS untuk segera melaksanakan vaksinasi COVID-19 di tengah lonjakan kasus COVID-19, dan di tengah ancaman varian Omicron. Adapun seruan ini muncul ketikan negara-negara G7 menyebut bahwa varian Omicron sebagai ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat dan kepala PBB juga menyerukan diakhirinya ketidakadilan vaksin global.
Melansir Al Jazeera, para ilmuwan disebut tetap tidak yakin betapa berbahayanya varian Omicron yang juga sangat bermutasi. Tetap data awal menunjukkan itu bisa lebih tahan terhadap vaksin dan lebih menular daripada varian Delta.
Sementara itu, di AS sendiri diketahui dalam beberapa pekan terakhir, jumlah rata-rata kasus harian telah meningkat sebesar 30 persen. Pada 1 Desember lalu, hitungan harian menunjukkan 86 ribu, namun pada 14 Desember 2021, melonjak hingga 117 ribu.
"Ini di sini sekarang, menyebar, dan akan meningkat," tutur Biden mengacu pada varian Omicron, dilihat Jumat (17/12). "Untuk yang tidak divaksinasi, kami melihat musim dingin dengan penyakit parah dan kematian. Untuk diri mereka sendiri, keluarga mereka dan rumah sakit yang akan segera kewalahan."
Biden menegaskan bahwa salah satu kunci untuk menjaga keamanan dan keselamatan diri di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini adalah dengan melakukan vaksinasi. Sementara itu, di tengah meningkatnya infeksi, pertunjukan Broadway dibatalkan lantaran semakin banyak orang terdeteksi positif COVID-19.
Kemudian, kegiatan belajar di Universitas juga kembali ke kelas daring. Sedangkan liga sepak bola nasional juga telah memberlakukan kontrol kesehatan yang lebih ketat usai sekitar lebih dari 100 orang pemain dinyatakan positif COVID-19 pada awal pekan. Begitu juga dengan pertandingan NBA yang ditunda.
(wk/tiar)