Salah Sasaran, Balita 2 Tahun Tewas Makan Manisan Beracun untuk Anjing Liar
Pixnio
Dunia

Insiden itu terjadi pada Senin (13/12) setelah enam anak mengambil manisan dari sepeda seorang pejabat yang diparkir dan didapati bahwa manisan itu sudah diberi racun.

WowKeren - Seorang balita berusia dua tahun meninggal setelah mengonsumsi manisan beracun. Manisan itu mulanya ditujukan sebagai jebakan untuk membunuh anjing liar di kota pelabuhan Karachi, Pakistan.

Insiden itu terjadi pada Senin (13/12). Polisi telah menangkap seorang pejabat distrik setelah enam anak mengambil manisan dari sepedanya yang diparkir dan jatuh sakit. Polisi juga mengatakan bahwa lima anak lainnya dirawat di rumah sakit tak lama setelah insiden itu.

Beruntung, kondisi mereka telah membaik dan mereka telah kembali ke rumah. Diketahui, otoritas kota di sejumlah wilayah Pakistan telah menjalankan kampanye pemusnahan anjing dengan menembak atau meracuni hewan dengan tablet yang disembunyikan di dalam daging dan manisan.

Langkah ini masih terus dilakukan meski mendapat penolakan dari kelompok hak asasi hewan. Menurut pihak berwenang, kampanye itu perlu dilakukan sebagai upaya mencegah ancaman rabies maupun gigitan anjing.

Kasus semacam ini telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di Pakistan. Negara ini melaporkan 300.000 kasus gigitan anjing setiap tahunnya sementara sekitar 6.000 orang meninggal karena infeksi rabies.


Terdakwa yang bernama Munawar Abdullah memarkir sepedanya di luar rumah dan meninggalkan laddu beracun di saku sampingnya. Anak-anak yang bermain di jalan melihat manisan yang berbentuk bola kuning itu.

Mereka kemudian membawanya pulang dan memakannya. Kesehatan mereka mulai memburuk tak lama setelah itu. Nasib malang dialami Moon Waqas yang berusia dua tahun karena ia harus mengembuskan napas terakhirnya.

Akibat perbuatannya, Abdullah telah ditempatkan di bawah penahanan yudisial. Petugas polisi setempat Safdar Mashwani mengatakan kepada VICE World News bahwa tablet beracun yang dibawanya sudah atas persetujuan direktur distrik.

"Dia adalah supervisor Karachi Metropolitan Corporation yang sedang melakukan kampanye pemusnahan anjing untuk menyingkirkan anjing-anjing liar di daerah tersebut," ujarnya. "Tablet itu dikeluarkan atas perintah direktur distrik. Kami telah mendengar bahwa distrik dan wakil direktur telah diskors."

Tentu saja, fenomena ini mendapat kecaman dari kelompok penyelamat hewan. Pekerja penyelamat hewan mengatakan kampanye pemusnahan bukan hanya tidak manusiawi tetapi juga sama sekali tidak efektif.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait