Tashoora Sampaikan Keresahan Atas Maraknya Diskrimansi Kaum Rentan dan Minoritas Lewat 'Safi'
Instagram/tashoora
Musik

Tashoora baru saja merilis single ketiga mereka yang berjudul 'Safi'. Tashoora mencoba menyuarakan keresahan atas aksi diskriminasi terhadap kaum minoritas yang masih rentan terjadi.

WowKeren - Tashoora kembali dengan merilis single ketiga mereka yang berjudul Safi. Band asal Jogja itu menulis "Safi" sebagai ungkapan keresahan atas maraknya diskriminasi terhadap kelompok rentan dan minoritas. Single ini juga sebagai refleksi kekhawatiran para personil Tashoora; Dania Joedo (gitar, vokal), Dita Permatas (akordeon, kibor, vokal), dan Gusti Arirang (bas, vokal) atas situasi kebebasan berpendapat.

"Safi merekam situasi kebebasan berpendapat - khususnya di media sosial. Atas nama bebas, kerap kali upaya untuk menghadirkan keadilan dan kesetaraan jadi terpinggirkan. Ruang untuk memahami situasi yang dialami kelompok rentan dan minoritas menjadi sangat kecil dan nyaris tidak ada. Padahal jika suatu hal tidak kita alami, bukan berarti hal tersebut tidak terjadi," ungkap Dania dalam keterangan tertulis, Senin (20/12).

Dibantu oleh Dias Widjajanto sebagai produser, "Safi" dikerjakan dalam kurun waktu dua bulan pada tahun 2020 lalu. Sempat terkendala pandemi, Tashoora akhirnya menemukan kembali semangat mereka berkat Sun Eater.


"Sebenernya Safi sendiri kami rencanakan untuk dirilis tahun 2020 lengkap dengan artwork dan video klipnya, cuma pandemi memaksa kami untuk menundanya. Sounds Cute Might Delete Later yang diluncurkan oleh Sun Eater seperti memanggil kembali semangat kami untuk merilis lagu ini," beber Dania.

Selain merilis video lirik, Tashoora juga menggandeng sutradara Ryan Sebastian dari Studio Miring untuk memproduksi video musik Safi yang dapat disaksikan di kanal Youtube Tashoora. Sementara video lirik Safi dapat disimak dalam mini album kompilasi Sounds Cute Might Delete Later edisi Desember 2021 di kanal Youtube Sun Eater, yang rutin diluncurkan setiap bulan sejak Agustus 2021.

"Tashoora menurut gue makin kesini musiknya ada perubahan, menarik untuk kita simak terus evolusinya kaya gimana, jadi kami sepakat mengajak Tashoora untuk terlibat di EP ini," pungkas Baskara selaku A&R dari Sun Eater.

Tashoora bukanlah nama yang asing lagi di kancah musik Indonesia. Berangkat dari Yogyakarta, Tashoora berhasil mencuri perhatian publik pada tahun 2017 dengan musik pop alternatif nan anthemic dengan lagu-lagu bernafas sosial dan perjuangan. Hingga kini, Tashoora telah melahirkan 1 EP Live, 1 album penuh, dan 3 single.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!