Times Square New York Tetap Rayakan Malam Tahun Baru, Jumlah Pengunjung Dibatasi
AP/Seth Wenig
Dunia

Tidak lama lagi, masyarakat akan merayakan Natal dan menyambut pergantian tahun. Hal ini tentunya menjadi momentum yang telah ditunggu-tunggu, termasuk warga di New York.

WowKeren - Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi suatu momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas. Di malam Tahun Baru, biasanya masyarakat akan berkumpul bersama dengan orang-orang terkasih, seperti keluarga.

Setiap tahunnya, Times Square New York diketahui selalu mengadakan perayaan malam Tahun Baru. Akan tetapi, mengingat Tahun Baru kali ini masih diselimuti dengan pandemi COVID-19, terlebih adanya ancaman varian Omicron yang juga disebut tengah merebak di Amerika Serikat (AS), maka jumlah pengunjungnya dibatasi.

Biasanya, di malam Tahun Baru, ribuan orang sekitar 58 ribu akan berkumpul di Times Square New York dan menghitung mundur pergantian tahun. Namun kini pengunjung dibatasi hanya boleh sekitar 15 ribu orang untuk memungkinkan jarak yang lebih jauh, dan semua yang hadir harus menunjukkan bukti vaksinasi COVID-19, serta memakai masker.


Mengenai aturan pengunjung di Times Square New York itu disampaikan oleh Walikota Bill de Blasio. de Blasio mencatat keberhasilan kota dalam membuat penduduk divaksinasi COVID-19, sembari bisnis juga masih tetap buka.

"Ada banyak hal yang harus dirayakan dan langkah-langkah keamanan tambahan ini akan menjaga kerumunan yang divaksinasi penuh aman dan sehat saat kita merayakan Tahun Baru," tutur de Blasio dilansir dari AP News, Jumat (24/12).

Lebih lanjut, de Blasio menuturkan bahwa tindakan pencegahan tambahan untuk malam Tahun Baru di Times Square itu didorong oleh penyebaran cepat varian Omicron di kawasan Big Apple, di mana garis untuk pengujian telah meliuk-liuk dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data per Rabu (22/12) lalu, kota tersebut menetapkan rekor pengujian satu haru lagi dengan 22.808 kasus baru, meski perbandingan sebenarnya dengan jumlah kasus selama lonjakan awal COVID-19 di musim semi 2020 tidak mungkin karena tes saat itu terbatas.

Sementara itu, lantaran sudah banyak masyarakat yang divaksinasi COVID-19, de Blasio mengungkapkan angka rawat inap dan kematian akibat lonjakan kasus saat ini jauh lebih sedikit dibanding puncak pandemi. Meski beberapa acara besar sempat memicu gelombang baru, tetapi ia tetap menggelar perayaan malam Tahun Baru dengan menerapkan prokes secara ketat.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait