Angka kematian ini dikhawatirkan terus bertambah lantaran kapal penyeberangan tersebut mengangkut hingga 500 orang lebih. Kebakaran terjadi dini hari saat penumpang terlelap.
- Elvariza Opita
- Jumat, 24 Desember 2021 - 18:18 WIB
WowKeren - Sebuah kapal penyeberangan yang mengangkut 500 penumpang lebih dilalap jago merah pada Jumat (24/12) dini hari. Peristiwa memilukan ini terjadi di selatan Bangladesh, lebih tepatnya di dekat kawasan kumuh Jhalokati yang berlokasi sekitar 250 kilometer dari Ibu Kota Dhaka.
Otoritas berwenang sejauh ini mengonfirmasi 37 orang meninggal dunia dalam insiden ini. Sedangkan ratusan korban luka bakar telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
"Kami telah menemukan 37 jenazah. (Namun) angka kematian ini bisa saja bertambah," kata kepala kepolisian setempat, Moinul Islam, kepada AFP, Jumat (24/12). "Kebanyakan dari mereka meninggal karena terbakar. Hanya sedikit yang (meninggal) akibat tenggelam karena banyak orang yang langsung melompat ke sungai."
"Kami juga sudah mengirim 100 orang dengan luka bakar ke beberapa rumah sakit di Barishal," imbuh Islam. Lalu dengan tingkat kerusakan yang begitu besar, apa penyebab kapal penyeberangan tersebut sampai terbakar?
Islam menyebut, kemungkinan api berasal dari ruang mesin yang kemudian membesar di berbagai titik kapal. Padahal kapal tersebut tengah mengangkut ratusan orang yang menyeberang setelah bekerja di Dhaka sepanjang pekan.
Bahkan dalam pernyataan terbarunya kepada Xinhua News Agency, total korban jiwa kebakaran kapal sudah mencapai 38 orang. Sementara terkait penyebab pasti kebakaran, sejauh ini otoritas berwenang hanya menyebut bahwa api bermula dari kesalahan teknis.
Ketika kebakaran terjadi, kapal tersebut langsung menurunkan jangkar di badan Sungai Sugandha. Namun nahas, banyaknya penumpang yang masih tidur karena insiden terjadi pukul 3 pagi waktu setempat, korban jiwa pun tak bisa dielakkan.
Kepada Xinhua News Agency Islam menuturkan, pihaknya masih melanjutkan operasi evakuasi dan pencarian korban kebakaran kapal tersebut. Operasi pun belum diketahui akan berlangsung sampai kapan karena jumlah penumpang yang hilang belum diidentifikasi.
Peristiwa kebakaran ini tentu menjadi duka tersendiri untuk Bangladesh yang pada Juli 2021 lalu juga mendapati 52 warganya meninggal dalam kebakaran pabrik di Rupganj. Para pakar mengklaim kebakaran semacam ini sering terjadi karena minimnya upaya pemeliharaan serta rendahnya standar keamanan.
(wk/elva)