Tiongkok meyakini pasti ada kasus COVID-19 ditemukan di pelaksanaan Olimpiade Beijing. Namun Tiongkok memastikan sudah memiliki rencana mitigasi yang detail, seperti penjelasan berikut.
- Elvariza Opita
- Jumat, 24 Desember 2021 - 20:21 WIB
WowKeren - Tiongkok menerapkan protokol kesehatan ketat menjelang Olimpiade Musim Dingin di Beijing yang digelar pada Februari 2022 mendatang. Meski demikian, Tiongkok ternyata yakin tetap akan ditemukan pasien-pasien COVID-19 walau telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Situasi pun harus lebih diantisipasi karena adanya varian Omicron (B.1.1.529) saat ini. Mengenai kemungkinan tersebut, Tiongkok mengaku telah menyiapkan rencana untuk menghadapi kemungkinan terjadinya ledakan kasus COVID-19 di dalam "gelembung" Olimpiade Musim Dingin.
Gelembung yang dimaksud di sini adalah program karantina ketat yang didesain untuk atlet dan seluruh pihak yang terlibat dalam Olimpiade Musim Dingin. Mereka tidak diperbolehkan beraktivitas di luar cakupan gelembung demi meminimalisir penularan virus Corona dari dan ke masyarakat luas.
"Sudah pasti akan ada infeksi dan ada kemungkinan terbentuk klaster kecil (di dalam gelembung)," ujar Pejabat Pengendalian Virus Corona Olimpiade Beijing, Huang Chun, dikutip dari Today Online pada Jumat (24/12). Ia menegaskan bahwa besarnya jumlah orang yang terlibat dalam agenda ini memperbesar pula risiko transmisi COVID-19.
"Pasti ada sejumlah kasus positif," imbuh panitia Olimpiade Beijing lainnya, Han Zirong. "Sangat besar kemungkinannya untuk terjadi di agenda seperti ini."
Sejauh ini pemerintah Tiongkok selaku penyelenggara agenda telah menetapkan beberapa peraturan ketat. Seperti atlet dan personel terkait untuk mendapatkan dosis penuh vaksin COVID-19 sebelum tiba di Tiongkok.
Mereka lalu segera diarahkan ke pusat karantina dan harus menjalani tes COVID-19 serta pemantauan kondisi kesehatan harian. Bukan hanya itu, panitia Olimpiade Beijing juga mendorong para atlet untuk mendapatkan dosis ketiga vaksin COVID-19 demi mengantisipasi penyebaran varian Omicron.
Panitia juga membatasi jumlah penonton domestik yang boleh masuk untuk menonton jalannya olimpiade. "Kami mengimbau tidak ada yang bertepuk tangan menyemangati atlet dan tidak direkomendasikan untuk melepaskan masker saat memberi semangat," kata Han.
Atlet yang dikonfirmasi positif COVID-19 langsung tidak diizinkan berpartisipasi lebih lanjut. Pasien tanpa gejala akan langsung dikirim ke fasilitas karantina, sedangkan mereka yang bergejala akan langsung dirawat di rumah sakit di Beijing dan Zhangjiakou yang sudah didesain khusus untuk merawat pasien COVID-19, demikian disampaikan Huang.
(wk/elva)