Di tengah pusaran kontroversi drama Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In, muncul seorang netizen yang mengaku anggota kru 'Snowdrop' membuka suara terkait tuduhan distorsi sejarah.
- Intan Maharani
- Sabtu, 25 Desember 2021 - 09:19 WIB
WowKeren - Di tengah ramainya kontroversi "Snowdrop", seorang netizen yang mengklaim bahwa dirinya anggota kru ikut angkat bicara. Memperkenalkan diri sebagai Jo Bae Gun, ia membagikan pendapatnya mengenai drama Jisoo BLACKPINK (Black Pink) dan Jung Hae In tersebut.
Pada Jumat (24/12), seorang netizen memperkenalkan diri sebagai anggota kru produksi "Snowdrop" di komunitas online Nate Pann. Bahkan Jo Bae Gun mengunggah foto-foto bukti bahwa ia bertanggung jawab atas fotografi di dalam drama. Jo Bae Gun memulai tulisannya dengan penjelasan bahwa tidak ada bagian dalam naskah sampai pada episode 16 yang terlalu kontroversial.
Akan tetapi "Snowdrop" terlanjur mendapatkan reputasi miring hingga memantik publik membuat petisi yang dilayangkan untuk Blue House (istana kepresidenan Korea Selatan). Publik beranggapan bahwa drama ini telah mengarang dan mendistorsi sejarah Korea. Bahkan ada embel-embel "menggambarkan mata-mata Korea Utara berpartsipasi dalm gerakan demokrasi, meromantisasi NSAm dan menghina gerakan demokrasi 5,18" untuk drama tersebut.
Jo Bae Gun dalam postingannya menjelaskan, "Saya tidak sedang mencoba menipu semua orang dengan kebohongan cerdik. Ketiga tuduhan tentang drama semuanya tidak benar. Saya paham kontroversinya tetapi saya tidak bisa berempati terhadap itu."
Selanjutnya, fotografer itu terus menulis mengenai apa yang menurutnya penting dan berharga dalam masyarakat demokratis. Dua hal yang menurtunya pilar demokrasi yakni "kebebasan berekspresi" dan "kebebasan berkumpul".
"Karya pencipta harus dihormati kecuali jika menjiplak. Bahkan jika itu membuatmu merasa nyaman karenanya, itu harus dihormati. Itu tidak boleh dibakar. Sepertinya tidak ada apa-apa, tapi itu adalah salah satu pilar besar demokrasi. Hanya dengan begitu budaya dapat berkembang," bebernya.
Lalu fotografer Jo Bae Gun menambahkan, "Tapi dari awal, 'Snowdrop' menyatakan bahwa semuanya fiktif, dan bahkan hal-hal yang menjadi perhatian tidak muncul di drama sama sekali. Bukankah begitu?"
Berikutnya, Jo Bae Gun menyertakan percakapannya dengan Jung Hae In dan Jisoo melalui pesan teks. Ia menjelaskan bahwa Jung Hae In memperlakukan kru dengan baik dan selalu memulai percakapan dengan mereka. Kepada fotorgafer tersebut, sang aktor berterima kasih sudah dipotret dengan begitu indah.
Postingan Jo Bae Gun tentunya langsung menuai reaksi dari netizen Korea. Sebagian pemirsa memahami tujuan pembuatan drama yang tayang Sabtu dan Minggu malam tersebut. Namun kritikan tidak berhenti di sana, ada pula netizen yang justru menyerang balik.
"Kupikir yang dikatakan orang ini ada benarnya. Jika memang dramanya bermasalah, akan ada sedikit konsumen. Juga, kupikir ini adalah karya kreatif yang tidak punya masalah hukum," komentar seorang netizen. "Apakah dia tidak mengerti alasan mengapa drama itu dikritik?" tanya netizen lain. "Masalahnya adalah mereka memasukkan mata-mata dalam latar drama di sekitar era itu," terang yang lain.
(wk/inta)