4.300 Lebih Penerbangan Global Saat Natal Dibatalkan Imbas COVID-19 Omicron
Flickr/Chad Davis
Dunia

Amerika Serikat menyumbang hampir seperempat penerbangan yang dibatalkan tersebut, salah satunya dengan alasan kekurangan personel akibat wabah infeksi COVID-19.

WowKeren - Lebih dari 4.300 penerbangan komersial di berbagai penjuru dunia dibatalkan akibat pandemi COVID-19 varian Omicron. Padahal pekan ini biasanya ditandai dengan kenaikan mobilitas warga karena periode Natal dan Tahun Baru.

Berbagai maskapai membatalkan setidaknya 2.366 penerbangan pada Jumat (24/12) yang notabene merupakan malam Natal dan umumnya padat akan mobilitas. Bukan hanya itu, situs FlightAware.com mencatatkan hampir sembilan ribu penerbangan lainnya juga ditunda.

Situs melaporkan, sebanyak 1.616 penerbangan di berbagai penjuru dunia pada hari Natal, yakni Sabtu (25/12), juga dibatalkan. "Gelombang" pendaftaran ini juga ditemukan di penerbangan dengan jadwal hari Minggu (26/12).

Penerbangan komersial dari dan ke luar Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar data pembatalan ini, yakni mencapai lebih dari seperempatnya. Sedangkan FlightAware.com juga mencatat ribuan perjalanan liburan di Australia ikut terpengaruh, di mana kebanyakan merupakan perjalanan domestik dari Sydney, Melbourne, maupun kota-kota lain.


Termasuk yang membatalkan di antaranya adalah maskapai United Airlines dan Delta Air Lines. Pada hari Jumat saja mereka membatalkan sebanyak 280 penerbangan dengan alasan kekurangan personel di tengah lonjakan infeksi COVID-19.

Gejolak yang terjadi tidak lepas dari kondisi pandemi COVID-19 global, termasuk di AS, yang kembali menanjak. Hal ini terjadi setelah negara-negara di selatan Afrika mengonfirmasi adanya varian baru bertajuk Omicron (B.1.1.529) yang diklaim jauh lebih cepat menular dengan tingkat keparahan gejala yang masih simpang siur.

AS sebagai penyumbang terbanyak penerbangan yang dibatalkan pun sejalan dengan kondisi COVID-19 di sana yang sedang melonjak akibat varian Omicron. Bahkan hampir tiga perempat kasus COVID-19 di AS, bahkan di beberapa negara bagian mencapai 90 persen, adalah akibat varian Omicron.

Kemampuan varian Omicron mendominasi penularan COVID-19 di sebuah negara memang tidak diragukan lagi. Sebelumnya Inggris dan Korea Selatan juga telah menyampaikan kekhawatiran serupa.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait