Natal 2021: Paus Fransiskus Tak Bermasker Pimpin 2.000 Umat, Korban Topan Rai Filipina Ucap Syukur
Wikimedia Commons/Marburg79
Dunia

Paus Fransiskus memimpin langsung jalannya misa Malam Natal yang dihadiri 2.000 orang, meski masih pandemi COVID-19. Sedangkan korban topan Rai di Filipina merayakan Natal dengan penuh syukur.

WowKeren - Natal 2021 memiliki ceritanya tersendiri, meski memiliki kesamaan yakni dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 seperti tahun lalu. Namun Natal 2021 untuk warga Filipina tentu berbeda, seperti mendapatkan kasih Tuhan yang tidak terkira pasca diterjang topan Rai yang begitu luar biasa.

Pandemi COVID-19 tidak menghalangi jalannya ibadah Malam Natal di Vatikan. Paus Fransiskus sang pemimpin tertinggi memimpin langsung jalannya misa di Basilika Santo Petrus yang dihadiri dua ribu orang.

Yang menjadi sorotan, Paus Fransiskus terlihat tidak bermasker selama memimpin jalannya ibadah. Meski demikian, Italia sudah menerapkan peraturan protokol kesehatan baru, yakni seluruh pekerja di Vatican sudah harus divaksinasi COVID-19. Tentu saja regulasi ini sudah memberikan setidaknya perlindungan bagi sang Paus.

Mengutip UPI, Paus Fransiskus tampak menyusuri altar untuk selanjutnya memimpin ibadah. Dalam khutbahnya, Paus Fransiskus menekankan keyakinan Katolik bahwa Tuhan dilahirkan sebagai Yesus, bayi kecil yang lemah daripada tampil sebagai sosok yang perkasa.

"Tuhan tidak bangkit dalam keagungan, tetapi merendahkan diriNya menjadi kecil," ungkap Paus Fransiskus, dikutip pada Sabtu (25/12). "Hal ini menunjukkan bahwa 'menjadi kecil' adalah langkah Tuhan untuk mendekat kepada kita, menyelamatkan kita, membawa kita kembali ke hal yang benar-benar penting."


Sementara suasana Natal di Filipina berbeda dengan Vatikan. Ibadah Natal harus dilaksanakan di tengah hiruk-pikuk pasca topan Rai menerjang.

Bapa Ricardo Virtudazo misalnya, memimpin misa Natal di hadapan sejumlah pengungsi di tengah gerejanya yang masih tergenang air. Harapan mereka saat ini hanya satu, memulai tahun yang baru dengan rumah dan makanan yang cukup, serta cuaca yang bersahabat.

"Yang terpenting adalah kami semua aman," kata Joy Parera (31). "Kita masih punya harapan. Meski ditimpa musibah, mereka tetap beriman kepada Tuhan," imbuh Bapa Virtudazo kepada AFP.

Para warga Filipina terpaksa merayakan Natal dengan situasi serba seadanya. Namun dengan topan yang menghancurkan segalanya, Nardel Vicente (38) misalnya menegaskan yang terpenting keluarganya masih utuh.

"Tahun-tahun sebelumnya kami biasa memasak pasta, dengan daging babi, ayam, apapun yang bisa kami beli. Tapi tidak apa-apa, (setidaknya) kami selamat. Ini lebih baik daripada menyambut Natal dengan rasa kehilangan orang tercinta," ujarnya.

Para korban topan tidak berharap banyak selain mendapat bantuan bahan makanan saat merayakan Natal. "Harapan kami hanya cuaca yang bersahabat saat Natal untuk memberi kami semangat. Itu dan makanan," tutur Inaga Edulzura (41).

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait