Prancis tetap merencanakan pembukaan sekolah mulai 3 Januari 2022 meskipun kasus COVID-19 di negaranya sedang mengganas. Pemerintah Prancis menyalahkan varian Omicron sebagai penyebabnya.
- Elvariza Opita
- Senin, 27 Desember 2021 - 14:45 WIB
WowKeren - Daratan Eropa sedang menghadapi lonjakan kasus COVID-19, termasuk Prancis. Bahkan Prancis untuk pertama kalinya mencatatkan lebih dari 100 ribu kasus positif COVID-19 dalam sehari.
Mengutip AP News, tingkat keterisian rumah sakit akibat COVID-19 pun sudah berlipat ganda dalam sebulan belakangan. Sebanyak 1 dari 100 orang di area Paris saja dikonfirmasi positif pekan lalu.
Pemerintah Prancis meyakini varian Omicron mendominasi penyebaran COVID-19 di Prancis dalam beberapa hari ke depan, meski varian Delta-lah yang menjadi penyebab tingginya tingkat keterisian rumah sakit. Bahkan Unit Perawatan Intensif (ICU) harus bekerja ekstra keras selama libur Natal.
Lebih dari seribu orang di Prancis dinyatakan meninggal akibat COVID-19 pada pekan lalu, menjadikan total kematian di sana mencapai 122 ribu lebih. Tingkat krisis yang begitu mencekam membuat Presiden Emmanuel Macron dan jajaran langsung menggelar rapat darurat pada Senin (27/12) untuk merumuskan regulasi pengendalian COVID-19 ke depannya.
Sejauh ini rekomendasi kebijakan yang diberikan adalah menunda jadwal tahun ajaran baru untuk siswa-siswi atau menerapkan pembatasan mobilitas baru. Namun tampaknya saran dari para pakar kesehatan dan pengajar ini tidak akan diikuti oleh pemerintah Prancis.
Kementerian Pendidikan Prancis memastikan sekolah akan tetap dibuka seperti biasa pada 3 Januari 2022. Pejabat pemerintahan juga membuka opsi untuk tidak menerapkan pembatasan lebih ketat demi menghindari kejatuhan perekonomian negara.
Malah pemerintah Prancis menyandarkan harapan pengendalian COVID-19 pada cakupan vaksinasi. Pemerintah tengah mendorong rancangan undang-undang yang menegaskan semua pengunjung restoran dan tempat-tempat umum untuk divaksinasi. Dengan demikian tidak ada lagi opsi pengunjung bisa menunjukkan hasil negatif maupun bukti baru sembuh dari COVID-19 apabila belum atau tidak berkenan divaksinasi.
Sikap Prancis ini memang tergolong lebih "berani" ketimbang beberapa negara tetangganya. Pasalnya negara Eropa lain, seperti Belgia misalnya, yang siap menerapkan pembatasan baru di mana semua bioskop dan venue kegiatan seni-kebudayaan harus ditutup mulai Minggu (26/12). Contoh lain misalnya di Belanda yang sudah menerapkan lockdown baru dengan menutup semua toko-toko non-esensial, restoran, dan bar, serta memperpanjang libur sekolah.
(wk/elva)