Abai Pro-Kontra, Jepang Mulai Buat Rencana Detail Pembuangan Limbah Nuklir Fukushima ke Laut
Dunia

Jepang melanjutkan rencana pembuangan air tercemar limbah pembangkit listrik tenaga nuklir meski terus menuai pro dan kontra. Kini rencana detailnya sudah mulai diserahkan ke pemerintah.

WowKeren - Rencana Jepang untuk membuang air tercemar nuklir dari Pembangkit Listrik Fukushima Daichii terus dilanjutkan. Padahal rencana ini sendiri sebelumnya menimbulkan pro dan kontra karena dikhawatirkan akan mencemari lingkungan.

Yang terbaru, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang telah resmi memulai mengulasi rencana untuk membuang air tercemar nuklir tersebut ke laut. Sedangkan pada Selasa sebelumnya, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) memasukkan aplikasi untuk badan pengawas nuklir mengenai rencana detail membuang air tercemar nuklir tersebut.

Rencana yang dimaksud meliputi metode operasi untuk peralatan yang dibutuhkan, metode untuk menganalisis konsentrasi cemaran pada air, hingga metode untuk mengumpulkan dan melepaskan air tercemar limbah.

TEPCO sendiri berencana untuk membangun dan mengoperasikan semua fasilitas yang diperlukan untuk mengatasi air terkontaminasi tersebut pada pertengahan April 2023. Namun semua operasi ini baru akan dijalankan setelah menerima persetujuan dari otoritas terkait.


Sebagai pengingat, Jepang memutuskan secara sepihak untuk membuang air tercemar limbah kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke laut. Jepang mengumumkan rencana pelepasan air limbah tersebut pada April 2021, yang seketika menuai kritikan keras baik dari komunitas nasional dan internasional.

Meski menuai kontroversi, TEPCO tetap melanjutkan rencana mereka. Bahkan pada Agustus 2021 kemarin, TEPCO sudah merencanakan membangun pipa bawah laut sampai sejauh satu kilometer untuk mengalirkan air limbah nuklir tersebut.

Mengutip keterangan sumber yang familiar dengan masalah ini, TEPCO akan mencairkan limbah dengan sejumlah besar air laut sampai kandungan radioaktif tritium-nya berkurang di bawah 1.500 bacquerels per liter. Nantinya pelarut mengolah limbah diambil dari luar wilayah pembangkit listrik karena saat ini laut di sekitar lokasi pun sudah tercemar bahan radioaktif.

Setelah dicairkan sampai batas yang diyakini aman, limbah akan dialirkan di pipa yang dibangun di sisi luar reaktor nomor 5 Fukushima Daiichi. Mengutip Kyodo News, TEPCO memilih jarak sampai sejauh satu kilometer karena tidak ada hak perikanan di wilayah tersebut.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait